Lagi Viral Olahraga Weightlifting, Dokter Saraf Beberkan Risiko dan Manfaatnya

Tren Weightlifting

Lagi Viral Olahraga Weightlifting, Dokter Saraf Beberkan Risiko dan Manfaatnya

detikHealth
Sabtu, 18 Jul 2026 11:02 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
One woman, strong woman exercising with weights in gym.
Tren weightlifting punya banyak manfaat. Foto: Getty Images/South_agency
Jakarta -

Olahraga angkat beban atau weightlifting tengah banyak diperbincangkan sejak video pengunjung gym marah-marah sambil banting barbel viral di media sosial. Video tersebut sekaligus memantik perdebatan soal manfaat dan risiko olahraga angkat beban.

Di satu sisi, olahraga angkat beban merupakan latihan yang sangat efektif memperkuat otot tertentu. Dokter bedah saraf dari Lamina Clinic, dr Victorio, SpBS mengatakan, angkat beban jika dilakukan dengan program yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan otot.

"Misalkan deadlift. Deadlift itu mungkin akan menguatkan otot core kita, juga mungkin hamstring-nya juga akan kuat, dan juga gluteus-nya," terang dr Rio, sapaan akrabnya, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (16/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Meski demikian, dr Rio mengingatkan untuk latihan secara bertahap dan terukur. Seringkali, seseorang terlalu percaya diri karena menggunakan alat bantu lalu lupa batas kemampuan tubuhnya.

"Kadang-kadang kalau sudah pakai belt, merasa over-pede sehingga mungkin mengangkat beban di luar kemampuannya," kata dr Rio mencontohkan.

Selain bisa memicu risiko saraf kejepit di area tulang belakang, latihan angkat beban melebihi kemampuan tubuh juga bisa memicu cedera lain. Termasuk pada area lengan, seperti carpal tunnel syndrome.

"Carpal tunnel syndrome itu sering membuat nyeri yang lumayan hebat, yang salah satunya karena penggunaan tangan atau wrist yang berlebihan," kata dr Rio.



(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads