Viral Atlet 'Cepirit' di HYROX Beijing Tuai Kontroversi, Arena Disterilkan

Viral Atlet 'Cepirit' di HYROX Beijing Tuai Kontroversi, Arena Disterilkan

detikHealth
Senin, 14 Sep 2026 06:02 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Athlete training on a rowing machine, focused on fitness and health, performing cardio and strength workout
Hati-hati mulas bisa datang saat olahraga. Foto: Getty Images/WeBond Creations
Jakarta -

Ajang HYROX Beijing 2026 diwarnai insiden tidak biasa. Seorang atlet elit bernama Joanna Wietrzyk dilaporkan 'cepirit' atau encopresis, tetapi tetap melanjutkan perlombaan.

Sebagai informasi, encopresis atau inkontinensia tinja adalah kondisi ketika seseorang tidak sengaja buang air besar.

Kondisi ini terjadi ketika tinja yang terkena dampak terkumpul di usus besar dan rektum. Usus besar menjadi terlalu penuh dan tinja cair bocor di sekitar tinja yang tertahan, sehingga menodai pakaian dalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Global Times, keputusan yang diambil oleh Wietrzyk menuai banyak kritikan. Hal ini karena ketakutan kontaminasi dari tinja tersebut karena peserta bersentuhan dengan matras karet, pegangan kereta luncur, hingga lintasan lari.

Atas kejadian ini, penyelenggara acara mengkonfirmasi bahwa peralatan yang terkontaminasi telah disingkirkan, jalur lari yang terdampak ditutup untuk sanitasi, dan penggantian karpet serta prosedur pembersihan menyeluruh dijadwalkan semalaman.

ADVERTISEMENT



Mengapa HYROX Rawan Encopresis?

Menurut dokter spesialis penyakit dalam, konsultan gastroentologi, hepatologi dr Aru Ariadno, SPPD-KGEH olahraga intensitas tinggi seperti HYROX memang dapat memicu masalah pencernaan seperti encopresis.

"Aktivitas fisik yang berat dan berintensitas sangat tinggi dapat memicu masalah pencernaan. Akibat aktivitas ini aliran darah tubuh akan dialihkan dari organ tubuh lainnya menuju ke otot yang bekerja keras," kata dr Aru saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya goncangan di perut akibat lari atau aktivitas fisik lainnya. Terlebih, bisa juga dipicu oleh konsumsi makanan yang tidak dapat dicerna baik oleh tubuh.

Namun, tetap saja kondisi seperti ini bisa dihindari. Menurut dr Aru, pemilihan makanan sebelum kompetisi sangat krusial.

"Sebaiknya mengonsumsi makanan yang tidak tinggi serat dan cukup cairan pada waktu sebelum dan saat melakukan kegiatan Hyrox perlu diperhatikan," tutupnya.



(dpy/up)
Insiden Cepirit Atlet Elit
4 Konten
Tak sengaja BAB di tengah olahraga intensitas tinggi bukan 1-2 kali terjadi. Di Hyrox Beijing, urusannya jadi panjang karena kabarnya dialami atlet elit yang bahkan jadi potensial winner di ajang tersebut. Kok bisa nggak disetop, higiene apa kabar?

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads