Striker Manchester City, Erling Haaland menjadi momok bagi Manchester United. Gol tunggalnya ke gawang Senne Lammens memastikan City pulang dengan tiga poin dari derby Manchester ke-199.
Laga Manchester United vs Manchester City berlangsung di Old Trafford, Minggu (13/9/2026) malam WIB. The Citizens menang tipis 1-0 atas Setan Merah meskipun hanya bermain dengan 10 pemain usai insiden kartu merah Phil Foden.
"Di masa-masa seperti ini, Anda harus bermain dengan strategi berisiko dan memanfaatkan peluang yang ada, dan kami berhasil melakukannya dengan baik," kata Haaland dikutip dari laman Manchester City.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, Haaland telah mengemas 9 gol dalam derby Manchester, melampaui rekor Sergio Aguero dengan 8 gol. Ia hanya kalah dari Francis Lee dan Joe Hayes.
Apa Rahasia Ketenangan Haaland?
Bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama praktis membuat Haaland tidak banyak mendapatkan peluang. Namun, striker asal Norwegia ini tidak 'tenggelam' dalam tekanan.
Pada beberapa kesempatan wawancara, Haaland mengakui bahwa dirinya juga merasakan tekanan pertandingan. Bagi atlet, rasa stres yang tidak dikelola baik dapat memengaruhi performa mereka.
Namun, Haaland memiliki satu rahasia yang membuat mentalnya terasah, dan tetap tenang meskipun sedang bertanding di laga-laga sengit seperti derby Manchester: meditasi.
Dikutip dari ESPN, dalam olahraga yang didominasi oleh kekuatan fisik dan mental, senjata rahasia Haaland adalah sesuatu yang jauh lebih tidak mencolok.
Ia mencari kekuatan melalui meditasi, dan ia bukan satu-satunya yang mendapatkan kekuatan dari praktik kuno ini. Cristiano Ronaldo, Mohamed Salah, dan Raheem Sterling semuanya juga mencari jawaban dalam kekuatan pikiran yang tenang.
Psikolog olahraga George Mumford yang telah melatih banyak atlet menjaga kesehatan mental sejak 1993 memiliki teknik khusus.
Teknik yang dimiliki Mumford berperan penting dalam meningkatkan ketahanan mental dan fokus, yang menggarisbawahi dampak dari kesadaran penuh (mindfulness).
"Di level tertinggi, Anda harus mampu menerima kecemasan dan ketidakpastian sehingga Anda dapat fokus pada apa yang terjadi saat itu dan mengabaikan gangguan," kata Mumford.
"Melakukan latihan kontemplatif, seperti meditasi, akan membantu mengelola tekanan dan stres secara efektif serta menciptakan jarak antara stimulus dan respons, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik. Anda memiliki kekuatan untuk memilih respons Anda, daripada hanya bereaksi," sambungnya.
Simak Video "Video: Diet Khusus Atlet Bisa Ditiru Warga Biasa?"
[Gambas:Video 20detik] (dpy/kna)










































