Atlet Thailand Positif Doping Furosemide di Asian Games 2026, Obat Apa Itu?

Atlet Thailand Positif Doping Furosemide di Asian Games 2026, Obat Apa Itu?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 25 Sep 2026 07:05 WIB
Close-up red and black Medicine Capsules in Blister Packs
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Supersmario
Jakarta -

Kabar mengejutkan datang dari gelaran Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Pebulu tangkis muda asal Thailand, Pitchamon Opatniputh (19), dinyatakan positif menggunakan zat terlarang dalam tes doping. Kasus ini menjadi temuan doping pertama yang terungkap di ajang olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Pebulu tangkis peringkat 18 dunia itu positif mengonsumsi furosemide berdasarkan sampel yang diambil oleh Badan Pengujian Internasional atau International Testing Agency (ITA) pada tes di luar kompetisi (out-of-competition) tanggal 17 September di Nagoya.

Akibatnya, Pitchamon langsung dijatuhi skorsing sementara dan dilarang bertanding, berlatih, maupun berpartisipasi dalam seluruh kegiatan selama Asian Games 2026 berlangsung. Padahal, ia dijadwalkan turun membela Thailand melawan Tiongkok di nomor beregu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Atlet tersebut dilarang bertanding, berlatih, melatih, atau berpartisipasi dalam aktivitas apa pun selama Asian Games Aichi-Nagoya 2026," tegas ITA dalam pernyataan resminya, dikutip dari Bangkok Post.

Lantas, obat apa sebenarnya furosemide itu dan mengapa zat tersebut dilarang keras di dunia olahraga?

ADVERTISEMENT

Mengenal Obat Furosemide

Mengutip Sport Integrity Australia, furosemide merupakan obat golongan loop diuretic (diuretik kuat) yang biasa digunakan untuk membuang cairan serta elektrolit berlebih dari dalam tubuh melalui urine.

Secara medis, obat keras yang harus menggunakan resep dokter ini umumnya ditujukan untuk mengatasi:

  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Gagal jantung
  • Penyakit ginjal
  • Retensi cairan (edema atau penumpukan cairan tubuh)

Obat ini bekerja pada tubulus ginjal dengan menghambat penyerapan kembali natrium dan klorida, sehingga memicu peningkatan pembuangan air lewat saluran kemih.

Alasan Dianggap Doping dan Dilarang WADA

Badan Anti-Doping Dunia atau World Anti-Doping Agency (WADA) memasukkan furosemide ke dalam daftar zat terlarang kategori S5: Diuretic and Masking Agent (Diuretik dan Agen Penggalang/Penutup). Zat ini dilarang penggunaannya setiap saat, baik di dalam maupun di luar kompetisi.

Dalam dunia olahraga, diuretik seperti furosemide sering kali disalahgunakan untuk dua tujuan utama:

Pencepat penurunan berat badan: Membantu atlet membuang cairan tubuh secara drastis dalam waktu singkat agar memenuhi kualifikasi kelas berat badan tertentu.

Agen penutup (masking agent): Mendorong pembentukan urine dalam jumlah besar untuk mengencerkan jejak zat terlarang atau steroid lain di dalam tubuh agar tidak terdeteksi saat tes urine.

WADA menetapkan bahwa furosemide memenuhi kriteria larangan karena berpotensi meningkatkan performa secara tidak jujur, melanggar semangat olahraga, serta menyimpan risiko kesehatan yang berbahaya bagi atlet.

Bahaya Efek Samping dan Penyalahgunaan

Penggunaan furosemide tanpa pengawasan medis ketat-terlebih jika disalahgunakan dengan dosis tinggi oleh atlet-memiliki sejumlah risiko kesehatan serius, seperti:

  • Dehidrasi parah
  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh
  • Tekanan darah drop secara drastis (hipotensi ekstrem)

Bahkan, penggunaan sesuai resep medis pun tetap memiliki efek samping yang perlu diwaspadai, mulai dari gangguan pencernaan (mual, muntah, diare), sakit kepala, pusing, hingga risiko cedera ginjal akut dan gangguan fungsi hati.

Pihak ITA menyampaikan bahwa Pitchamon masih memiliki hak untuk membela diri atas sanksi ini.

"Atlet dapat mengajukan banding atas skorsing sementara ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Atlet juga memiliki hak untuk meminta analisis sampel-B," tambah pernyataan ITA.

Halaman 2 dari 2
(sao/dpy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads