Aktor Sylvester Stallone blak-blakan soal perjuangan kelamnya menjaga penampilan fisik saat berada di puncak ketenaran era 1980-an. Bintang film 'Rocky' tersebut mengaku sempat mengidap gangguan makan (eating disorder), hingga ketergantungan steroid demi mendapatkan bentuk tubuh ideal.
Di usianya yang kini menginjak 80 tahun, Stallone menceritakan bahwa obsesinya terhadap body image bermula saat ia harus menyesuaikan karakter film yang diperankannya.
"Saya memandang Rocky sebagai pria biasa yang tampak normal. Tapi makin ke sini, karakternya harus terlihat agak pesolek," ungkap Stallone, dikutip dari People.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lalu untuk Rambo, Anda memainkan sosok prajurit yang harus terlihat lebih buas... jadi saya mulai berpikir merancang tubuh seperti jaguar," lanjutnya.
Namun, upaya mengejar bentuk tubuh impian itu justru berujung bahaya. Stallone mengaku obsesinya menjadi sangat tak terkendali hingga memicu gangguan makan serius.
"Itu jadi obsesi yang sangat buruk. Sampai pada titik saya mengalami bulimia. Kadar lemak tubuh saya bahkan turun sampai 2,6 persen saat syuting 'Rocky III', sampai-sampai perut saya tidak bisa menahan atau mencerna makanan sama sekali," lanjutnya.
Tak berhenti di situ, Stallone juga blak-blakan menggunakan steroid untuk mempertahankan massa ototnya. Ia menilai sangat sulit mendapatkan bentuk fisik ekstrem dalam waktu singkat hanya dengan mengandalkan diet biasa.
Dampak Buruk Mengintai di Usia Tua
Meski sempat mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan, Stallone menegaskan bahwa keputusan menyalahgunakan steroid dan menjalani diet ekstrem harus dibayar mahal di kemudian hari.
Efek sampingnya masih ia rasakan hingga puluhan tahun setelahnya.
Ia harus berulang kali naik meja operasi akibat kerusakan fisik yang dialaminya selama bertahun-tahun.
"Saya sudah merusak tubuh saya sendiri. Saya menjalani sembilan kali operasi punggung, dua kali operasi bahu, hingga tiga kali operasi penyambungan tulang leher," jelasnya.
"Tubuh saya sekarang seperti cuma disatukan oleh kawat pengikat. Kalau bisa mengulang waktu, saya bakal bilang: biarkan orang lain yang pegang kendali, jangan lakukan adegan berbahaya (stunt) sendiri," pungkas Stallone.










































