Membedah Training dan Fueling Strategy Para Pelari Kalcer di JRF 2026

Membedah Training dan Fueling Strategy Para Pelari Kalcer di JRF 2026

detikHealth
Senin, 26 Okt 2026 06:09 WIB
Adelia Magda Firdausi, S.P.
Ditulis oleh:
Adelia Magda Firdausi, S.P.
Sarjana Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Universitas Gadjah Mada yang memiliki ketertarikan di bidang pangan, kesehatan, dan lingkungan. Saat ini mengikuti program Maganghub sebagai Health Reporter
Para pelari JRF 2026 melintas di Jl Sudirman.
Suasana JRF 2026. Foto: Adelia Magda Firdausi/detikhealth
Jakarta -

Sejumlah influencer yang mengikuti kategori 10 kilometer (10K) di Jakarta Running Festival (JRF) 2026 membagikan cerita tentang persiapan mereka sebelum berlomba. Mulai dari jadwal latihan, makanan yang dikonsumsi, hingga waktu istirahat, setiap peserta memiliki kebiasaan masing-masing.

Sabrina, misalnya, tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang lari di Chiang Mai pada akhir tahun. Ia mengatakan latihan yang dijalaninya mencakup long run, recovery run, dan easy run.

"Sebenernya menu latihan aku itu lagi road to 100 buat Chiang Mai akhir tahun, tapi memang ada menu 10K tuh buat masuk ke recovery. Overall menunya banyak long run aja, seminggu itu bisa 3 sampai 4 kali, long run, recovery, dan easy run" ujar Sabrina, Minggu (25/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk urusan makanan, Sabrina mengatakan dirinya tetap mengonsumsi nasi dan mie sebagai sumber karbohidrat.

"Makan, se-enaknya hati dan se-laparnya perut, sih. Karena berlari kan kita butuh banyak karbohidrat, ya. Jadi sudah pasti enggak lepas dari nasi-nasian, mi-mian," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Hal serupa disampaikan Sabian, yang juga menjadikan keikutsertaannya dalam 10K JRF sebagai bagian dari persiapan menuju Chiang Mai pada Desember mendatang. Ia mengatakan dirinya menjalani jadwal latihan sepanjang minggu.

"Kalau aku itu sebenarnya ini adalah part of training aku buat persiapan di Chiang Mai di bulan Desember. Jadi dari Senin sampai Minggu itu aku pasti ada menu latihan dari easy run, recovery run, habis itu long run, strength training juga," kata Sabian.

Sabian juga memperhatikan asupan karbohidrat untuk menunjang aktivitas latihannya yang cukup padat.

"Kalau aku menjaga konsumsi karbo aja, sih, karena kan tiap hari training load-nya sangat-sangat tinggi, jadi enggak boleh kekurangan karbo karena biar larinya kuat," ujarnya.

Sementara itu, Tara Budiman mengaku rutin berlatih sekitar lima hingga enam kali seminggu. Selain berlari, ia juga melakukan strength training dan bermain padel bersama pasangannya.

"Biasanya seminggu itu tuh kita ada 5 sampai 6 kali latihan," ujar Tara.

Ia menjelaskan bahwa strength training biasanya dilakukan pada hari Senin, terutama saat menjalani pemulihan setelah long run. Untuk olahraga lainnya, Tara menyebut dirinya bermain padel bersama pasangan.

"Olahraga bersama pasangan aku, yaitu olahraga padel," katanya.

Dalam hal makanan, Tara mengatakan dirinya tidak terlalu membatasi konsumsi sehari-hari karena menyesuaikannya dengan beban latihan. Namun, ia memiliki kebiasaan menghindari makanan pedas sebelum lomba.

"Kalau menu makanan sehari-hari biasanya aku enggak ngejaga apa-apa sama sekali, karena kan tergantung load dari latihan, tapi kalau sebelum race aku biasanya enggak makan yang pedas-pedas, memang hindari banget," tuturnya.

Cerita lainnya datang dari Putra dan Marco, yang juga mengikuti kategori 10K. Keduanya mengatakan rutin berlari sekitar tiga kali seminggu dengan variasi latihan easy run, long run, dan interval.

"Jadi kita lebih ke rutin aja lari seminggu itu tiga kali, ada easy-nya, ada long run-nya, sama ada intervalnya," ujar Putra.

Untuk persiapan menjelang lomba, salah satu peserta bercerita bahwa dirinya tetap menikmati beragam makanan, termasuk makanan favoritnya.

"Kalau makan khusus, saya minggu-minggu ini makan banyak kwetiau goreng, bihun goreng, terus ada soto kambing, semua itu saya makan, karena I love food," kata Marco sambil tertawa.

Sementara itu, Putra menjelaskan kebiasaannya menambah asupan karbohidrat menjelang lomba dan tetap memperhatikan konsumsi protein.

"Kalau saya, sebenarnya pas beberapa hari menuju race sih baru mulai karbonya dibanyakin, karena istilahnya ada carbo loading kan, tapi tetap proteinnya juga tinggi," ujarnya.

Beragam cerita tersebut memperlihatkan bagaimana para peserta mempersiapkan diri untuk mengikuti JRF 2026, mulai dari menjaga rutinitas latihan hingga menyesuaikan makanan dan menghadapi tantangan istirahat menjelang lomba.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Titan Run 2025 Catatkan Nama di MURI"
[Gambas:Video 20detik] (amf/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads