Pusing Disertai Mual, Muntah dan Ngantuk, Sakit Apa?

Pusing Disertai Mual, Muntah dan Ngantuk, Sakit Apa?

detikHealth
Senin, 20 Apr 2015 14:19 WIB
Ditulis oleh:
Pusing Disertai Mual, Muntah dan Ngantuk, Sakit Apa?
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Selamat siang Dok. Saya mau tanya Dok, beberapa hari ini saya mengalami pusing, mual, muntah, ngantuk berat dan perut bagian atas agak keras. Saya sudah 2 kali ke dokter yang berbeda tapi tidak sembuh juga. Kira-kira saya sakit apa ya Dok? Terimakasih.

Lulu Nikmatin (Pria, 29 tahun)
lulunikXXXXXX@gmail.com
Tinggi 168 cm, berat 56 kg

Jawaban

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mencermati keluhan singkat di atas, maka ada kecenderungan mengarah ke vertigo. Namun sayang sekali Bapak Lulu belum menyebutkan apakah pusingnya berputar. Ciri khas vertigo adalah pusing berputar.

Baca juga: Tiba-tiba Migrain Disertai Vertigo, Jenis Penyakit Apa?

Bapak Lulu belum menyebutkan apakah pusingnya berdenyut, di kepala bagian mana, berapa lama (menit, jam), apakah hilang timbul atau pusing terus-menerus.

Baca juga: Serangan Migrain yang Bikin Tak Kuat Jalan

Dari berbagai keluhan yang Bapak sebutkan di atas, manakah yang merupakan keluhan utama? Apakah pusing? Apakah mual? Apakah muntah? Apakah ngantuk berat? Apakah perut atas agak keras?

Yang belum Bapak jelaskan secara mendetail juga masih banyak, seperti:
1. Apakah disertai demam? Bila iya, berapa hari? Apakah demamnya naik turun? Merasa demam paling tinggi kapan (pagi, siang, sore, atau malam hari)? Apakah demam disertai menggigil?
2. Sudah pernah minum obat apa saja? Sudah diberi obat apa saja oleh dua dokter tersebut?
3. Buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) bagaimana, adakah gangguan? Bila ada, berupa apa?
4. Sudah pernah periksa laboratorium? Bila sudah, bagaimana interpretasi hasilnya?
5. Bagaimana dengan pola makan dan minum? Teraturkah? Apakah Bapak rutin sarapan pagi? Dimana Bapak sering makan siang?
6. Bapak berprofesi atau bekerja sebagai apa? Apakah sering/pernah ditugaskan ke luar kota/pulau? Bila pernah, ke kota apa? Apakah sering bekerja lembur?
7. Apakah ada problematika yang belum terselesaikan dan masih mengganjal di hati?
8. Apakah perut sering terasa penuh/kenyang?
9. Apakah sering bersendawa?
10. Sebelum merasakan berbagai keluhan di atas, Bapak pernah didiagnosis menderita penyakit apa? Apakah Bapak pernah mondok di rumah sakit? Mondoknya karena sakit apa?
11. Bagaimana dengan pola tidur Bapak? Adakah gangguan? Apakah sering begadang di malam hari?
12. Apakah Bapak rajin berolahraga? Bila iya, seberapa sering berolahraga dalam seminggu?
13. Bagaimana suasana atau kondisi tempat Bapak bekerja? Apakah Bapak merasa nyaman? Bila tidak, maka hal-hal apa saja yang membuat Bapak tertekan atau merasa kurang nyaman?
14. Bagaimana relasi Bapak dengan teman sekantor?
15. Apakah hubungan Bapak dengan istri harmonis? Bila tidak, apa penyebabnya?

Data di atas amat kami perlukan, sebagai langkah awal untuk menuju ke arah penegakan diagnosis. Bila data yang kami peroleh belum mencukupi, maka diagnosis juga belum pasti.

Perlu diketahui, untuk menegakkan diagnosis, dokter melakukan anamnesis (pertanyaan terstruktur dan mendetail tentang riwayat penyakit), pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang (bila diperlukan dan bila tersedia fasilitas), melakukan diagnosis banding, lalu menegakkan diagnosis. Setelah diagnosis dipastikan, maka dokter akan memberikan terapi dan edukasi.

Demikian penjelasan ini, semoga dapat dipahami.

Salam sehat dan sukses selalu.

dr. Dito Anurogo, bekerja di Indonesian Young Health Professionals' Society (IYHPS). (hrn/vit)

Berita Terkait