Mabuk perjalanan atau motion sickness kerap menghantui para pemudik, apapun moda transportasinya. Mulai dari mabuk darat, mabuk laut, hingga mabuk udara.
Pada dasarnya, motion sickness terjadi karena sinyal visual yang tertangkap oleh saraf mata saat kendaraan bergerak cepat tidak sinkron dengan persepsi yang dirasakan tubuh yang merasa sedang duduk diam. Karenanya, gangguan ini kerap dialami oleh penumpang dengan visual atau pandangan terbatas ke luar kendaraan. Sebaliknya, cenderung mereda ketika pandangannya lebih luas misalnya saat duduk di depan.
Pernah mengalami?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































