American Heart Association (AHA) ikut menyoroti hal ini. Sejatinya, mereka sudah mempunyai pedoman soal hidup sehat untuk menghindari risiko penyakit. Namun pedoman tersebut akan percuma jika tak didukung oleh lingkungan sekitar, terutama kantor bagi pekerja kantoran.
"Berhenti merokok, aktif bergerak, mengurangi berat badan, makan sehat, serta kontrol tekanan darah, kolesterol dan gula darah merupakan pedoman simpel untuk menghindari penyakit jantung. Namun pedoman ini juga harus diaplikasikan di kantor, di mana pekerja lebih banyak duduk di depan komputer dan tak menggerakkan badannya secara aktif," tutur Presiden AHA, Dr Elliot M Antman, dikutip dari Reuters, Selasa (14/4/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena Dr Antman menganjurkan agar kantor-kantor yang ada saat ini lebih memerhatikan kesehatan jantung karyawan secara komprehensif. Caranya dengan membangun kantor yang ramah jantung.
Dr Antman menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membangun kantor ramah jantung. Pertama tentu saja, harus ada program penunjang kesehatan para karyawan. Program ini mencakup edukasi, dukungan sosial dan integrasi pekerjaan dengan aktivitas fisik.
Menggunakan sistem skor kesehatan jantung dari AHA, perusahaan dapat memantau kesehatan jantung karyawan secara langsung. Sehingga program akan dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran. Selain itu, masalah kesehatan lainnya yang dialami pekerja juga dapat diketahui perusahaan, untuk merencanakan program lanjutan.
"Anda bisa melihatn contoh skornya di sini mylifecheck.heart.org. Tentunya setiap perusahaan akan berbeda programnya, namun kami harap tak melenceng jauh dari yang kami rekomendasikan," tutur Antman lagi.
Harapan AHA, tempat kerja yang ramah jantung akan membuat pegawai semakin betah karena kesehatan mereka diperhatikan. Efek jangka panjangnya, pegawai akan terbiasa menjalani hidup sehat dan akan menularkan kebiasaan ini ke tempat lain.
"Kami sangat berharap lingkungan yang ramah jantung secara komprehensif ini akan dibawa pulang ke rumah oleh para pekerja. Istri, suami dan anggota keluarga lainnya tentu juga akan mendapat banyak manfaat, terutama mengurangi risiko penyakit jantung," pungkasnya.
Baca juga: Ini yang Perlu Dilakukan untuk Mencegah Kematian Akibat Penyakit Jantung (Muhamad Reza Sulaiman/Nurvita Indarini)











































