Akibat kejang yang dialaminya, Patricia tidak bisa mengemudi dan sering merasa mual. Sehingga, untuk urusan makan ia lebih memilih makanan instan seperti mashed potato instan atau makaroni keju. Pola makan seperti itu pun membuat bobot Patricia melonjak. Bahkan, di tahun 2003 ketika ia hamil anak pertamanya, berat badan Patricia mencapai 136 kg.
"Tiga tahun kemudian saat anak laki-laki saya sudah bisa berlarian tapi nyatanya saya tidak bisa mengimbangi kegiatan anak saya akibat tubuh yang terlalu besar, saya memutuskan untuk menurunkan berat badan meski saya masih bingung bagaimana caranya," tutur Patricia kepada Prevention.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bisa merasakan sesuatu jika kejang saya bakal menyerang. Akan timbul keringat dingin dan seperti terasa ada gelembung yang merambat sampai ke belakang leher diiringi dengan badan yang gemetar dan menggigil. Jika sudah seperti itu, saya langsung berhenti treadmill dan berbaring di kasur," lanjut Patricia.
Baca juga: 5 Manfaat Olahraga Menggunakan Treadmill
Setelah periode kejang itu berakhir, Patricia bisa menghabiskan waktu sampai dua jam untuk berbaring di kasur guna memulihkan kondisinya. Tapi setelah itu, ia akan kembali treadmill semampunya. Untuk urusan makan pun, Patricia mulai mengganti lemak yang dianggapnya ampuh membuat makanan gurih dengan berbagai macam rempah.
Perlahan tapi pasti, di tahun 2008 berat badan Patricia turun 40 kg. Meski tubuhnya sudah tidak terlalu gemuk, kejang tetap menyerang Patricia dan mau tidak mau, untuk mengatasi kondisinya Patricia harus menjalani operasi di bagian lobus frontal untuk menghilangkan jaringan parut. Kini, Patricia benar-benar sudah sembuh dari kejang hingga saat ini berat badannya susut setengahnya dan menjadi 68 kg.
"Sampai saat ini saya menjadi pelatih pribadi dan saya membantu orang lain yang sedang berjuang menurunkan berat badannya dengan menggaungkan kalimat 'ya, kamu bisa' seperti yang saya tanamkan pada diri saya ketika treadmill tapi kemudian kejang saya kambuh, saya meyakinkan diri saya bahwa saya bisa," kata Patricia.
Baca juga: Anak Kejang Demam Selama Lebih dari 5 Menit, Ini Risikonya
(rdn/vit)











































