Di Posyandu Ini, Kakek dan Nenek Bisa Curhat dan Cek Kesehatan

Di Posyandu Ini, Kakek dan Nenek Bisa Curhat dan Cek Kesehatan

Chaidir Anwar Tanjung - detikHealth
Kamis, 06 Okt 2016 10:38 WIB
Di Posyandu Ini, Kakek dan Nenek Bisa Curhat dan Cek Kesehatan
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Tak sekadar menimbang bayi dan balita serta memberi penyuluhan kesehatan ibu dan anak, posyandu ini juga melayani lanjut usia (lansia). Kakek dan nenek bisa curhat dan cek kesehatan di sini.

Adalah Posyandu Melati I di Desa Tasik Seminai Kecamatan Kota Gasib, Kabupaten Siak di Riau yang menggelar program konsultasi kesehatan untuk lansia. Di posyandu tersebut, ada belasan lansia yang usianya rata-rata di atas 55 tahun tergabung dalam program kesehatan.

"Posyandu tersebut selain melayani kesehatan balita, juga melayani lansia. Hanya saja jadwalnya kita bedakan, " kata Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Siak, dr Tonny Chandra dalam perbincangan dengan detikHealth, Kamis (6/10/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelayanan kesehatan lansia di posyandu tersebut, diberikan secara rutin dalam sebulan sekali. Para lansia akan dicek kesehatannya, dari gula darah, tekanan darah serta mendapat berbagai penyuluhan hidup sehat.

"Kader posyandu selalu memberikan penyuluhan hidup sehat kepada lansia. Misalkan, menasihati bagi lansia laki-laki pencandu rokok untuk menguranginya dengan memberikan pengertian akan bahayanya rokok," sambung dr Tonny.

Selain itu, kata dr Tonny, posyandu tersebut juga sebagai tempat ngumpul para lansia. Ada kalanya, para lansia berkeluh kesah, misalnya merasa kurang mendapat perhatian dari anak-anaknya. Ada juga berkeluh jauh dari anaknya.

"Nanti kader posyandu akan mendengarkan apa saja yang mereka keluhan, semacam curhat. Namanya saja sudah lansia, mereka kan kembali seperti anak-anak juga," terang dr Tonny.

Curhatan para lansia inilah, yang mesti direspons para kader. Selain intuisi para kader juga memberikan ramuan obat tradisional dari tanaman kesehatan yang ditanam mereka. Tujuannya untuk menjaga kakek dan nenek tetap sehat.

Baca juga: Cerita Miyanti, Nenek yang 30 Tahun Setia Jadi Kader Posyandu

"Kalau ada yang merasa pegal, linu, pusing, dan terasa letih, para kader posyandu akan memberikan ramuan obat alami dari tanaman kesehatan keluarga," imbuh dr Tonny.

Pada saat berkumpul, sesama lansia itu bisa saling bercengkrama. Mereka saling bertukar cerita agar tetap semangat menjalani hidup dan saling terinspirasi menjaga kesehatan.

"Kadang saat mereka kumpul bersama, kader posyandu menghidupan tape dengan alunan musik. Jadi mereka terhibur," tutur dr Tonny.

Sesekali para lansia juga diajak melakukan permainan yang ada di posyandu. Permainan ala anak-anak seperti menyusun balok ternyata bisa menjadi hiburan tersendiri bagi kakek dan nenek.

"Kader juga mengajak para lansia untuk senam sehat. Tentunya senamnya dengan gerakan yang sederhana saja," tambah dr Tonny.

Secara terpisah, Kasi Promkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Rozita mengatakan, Posyandu Melati I tersebut, memiliki program kesehatan yang cukup baik. Secara administrasi, data-data yang tercatat di pembukuannya juga rapi dan terukur.

"Kita dari provinsi baru melakukan survei ke sejumlah posyandu andalan di setiap kabupaten yang ada di Riau. Penilaian ini untuk mencari posyandu terbaik di Riau dalam menyambut hari kesehatan bulan depan. Kami menilai, Posyandu Melati I Desa Tasik Seminai masuk dalam nominasi kami sebagai posyandu yang terbaik," kata Rozita.

Menurutnya, pembinaan posyandu di Kabupaten Siak di bawah pimpinan Bupati Syamsuar, berjalan baik dan penuh kekompakan. Karena itu kegiatan yang dilakukan tidak sekadar penimbangan bayi dan balita saja.

"Kami melihat, aktivitas posyandu di Siak dapat berjalan dengan baik karena adanya pembinaan yang dilakukan. Sehingga para kadernya pun melaksanakan tugasnya dengan baik," kata Rozita.

Baca juga: Dulu di Dukun, Kini 60 Persen Warga Kabupaten Ini Melahirkan di Puskesmas (cha/vit)

Berita Terkait