detikhealth

Mengenalkan Lagu Anak Lewat Dongeng? Bisa Banget!

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 08/03/2017 18:35 WIB
Mengenalkan Lagu Anak Lewat Dongeng? Bisa Banget!Foto: Nurvita Indarini
Jakarta, Saat ini tradisi mendongeng sudah semakin jarang dilakukan orang tua pada anak-anak mereka. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal. Padahal aktivitas membacakan kisah tersebut bisa menstimulasi imajinasi atau daya tangkap anak.

Dongeng dianggap sebagai salah satu media yang cukup efektif dalam menciptakan komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak. Nah, untuk mendongeng terasa menyenangkan, dua gadis ini melakukannya dengan cara yang berbeda.

Adalah Essenza Quranique Bachreisy, atau yang akrab disapa Echa dan Kanya Cittasara, anak muda kreatif yang sama-sama mempunyai hobi mendongeng, menyanyi dan bermain musik. Dari situlah asal grup duo musical storytelling terbentuk, yang kemudian mereka namai Sarang Cerita.

Baca juga: Ini Lho yang Bisa Didapat Anak dari Kegiatan Mendongeng

"Memilih musical storytelling, karena dari awal, selain suka storytelling, kita juga suka bernyanyi, suka main musik. Cerita yang dikombinasi dengan lagu," ucap Kanya.

"Jadi narasi sampai dialognya pun kita bernada atau berlagu, dan kita juga mengenalkan lagu-lagu anak-anak. Sekarang mungkin anak-anak nggak ingat atau nggak tahu lagu anak-anak, kita bisa sampaikan di dongeng," timpal Echa.

Misalnya saja saat mendongeng di TKIT Permata Hati, Jatipadang, Jakarta Selatan bersama detikHealth pada Selasa (7/3/2017) kemarin, Sarang Cerita membawakan beberapa lagu anak seperti Di Sini Senang di Sana Senang, juga lagu anak berjudul Paman Datang dan lagu Potong Bebek Angsa.

Seperti diketahui, saat ini kemunculan lagu anak-anak sudah sangat jarang. Tak jarang anak-anak bahkan menyanyikan lagu yang sebenarnya ditujukan untuk orang dewasa. Padahal di lagu anak ada keceriaan dan kejenakaan, yang tentunya liriknya dibuat pas dengan anak-anak.

Menurut Echa dan Kanya, konsep dongeng atau cerita yang mereka ambil biasanya terinspirasi dari suatu peristiwa atau kehidupan sehari-hari, yang tentunya dekat dengan diri sendiri dan juga anak-anak.

"Biasanya kalau bikin cerita kita ambil dari konflik-konflik sederhana, kayak misalnya anak-anak takut akan gelap, nggak berani tidur sendirian, sesimpel itu pun bisa jadi cerita," jawab mereka dengan kompak.

Kemudian, agar bisa dinikmati oleh semua kalangan, Kanya dan Echa mengunggah karya-karya mereka yang berbentuk visual melalui media sosial seperti YouTube dan Instagram dengan nama yang sama, yakni Sarang Cerita. Dengan hadirnya karya visual mereka, Echa dan Kanya berharap bisa memberikan konten di media sosial yang ramah anak.

"Fenomena sekarang anak dekat dengan media sosial, sayangnya konten anak-anak masih minim. Makanya kami ingin menghadirkan yang ramah anak melalui dongeng," ucap Kanya.

Bagi yang sekolahnya ingin didatangi oleh tim detikHealth dan Sarang Cerita, segera kirimkan pesan lewat akun media sosial detikHealth atau email ke redaksi@detikhealth.com. Bagi yang beruntung akan dihubungi oleh redaksi.

Baca juga: Hal-hal 'Terlarang' Saat Mendongeng untuk Anak

Keseruan mendongeng sarang cerita di TKIT Permata Hati, bisa disimak di video berikut ini:
(hrn/lll)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit