detikhealth

Samyang Ditarik dari Pasar, Ingatkan Bahaya Konsumsi Mi Instan Berlebihan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 19/06/2017 14:11 WIB
Samyang Ditarik dari Pasar, Ingatkan Bahaya Konsumsi Mi Instan BerlebihanSamyang ditarik dari peredaran, ingatkan akan bahaya mengonsumsi mi instan berlebihan. (Foto: Ilustrasi: Fuad Hasim)
Jakarta, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini menarik empat produk mi asal Korea yang diklaim mengandung fragmen DNA babi. Keempatnya merupakan produk mi instan.

Fakta ini mengingatkan kita akan bahaya mengonsumsi makanan, utamanya mi instan dalam porsi yang berlebihan. Berlebihan di sini bisa berarti makan mi instan setiap hari, apalagi jika sampai beberapa kali dalam sehari.

Mengapa tidak boleh makan mi instan setiap hari? Sejumlah pakar sepakat, mi instan bukannya tidak aman untuk dikonsumsi, akan tetapi kandungan nutrisinya tergolong rendah, bahkan ada yang mengatakan tidak bergizi sama sekali.

Salah satunya diutarakan ahli gizi Leona Victoria Djajadi, MND. "Jadi kalau dimakan setiap hari dan berlebihan, pasti kita kekurangan nutrisi yang lain," katanya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

dr Hardianto, SpPD dari Digestive Clinic RS Siloam Kebon Jeruk juga sependapat. Meski aman dimakan, mi instan bukanlah makanan yang sehat karena lebih banyak mengandung karbohidrat.

"Mi instan itu hanya karbohidrat saja sama mecin kan. Jadi termasuk makanan tidak sehat. Boleh dimakan tapi hanya dalam keadaan darurat," tegasnya.

Ditambahkan dr Hardianto, ketika seseorang mengonsumsi mi instan terlalu banyak, sistem pencernaannya juga akan terganggu. Penyebabnya, kandungan karbohidrat berlebih dalam mi instan memicu kenaikan gula darah yang tajam sehingga tubuh menjadi lebih cepat menggemuk.

Baca juga: BPOM Minta Samyang U-Dong dan Kimchi Ditarik karena Mengandung Babi

Dalam kesempatan lain, dr Andry Hartono, SpGK dari RS Panti Rapih Yogyakarta menuturkan, yang membuat mi instan tidak sehat adalah terletak pada zat adiktif yang digunakannya.

"Pertama di adiktifnya, benzoat. Kedua, dia pakai pengawet minyaknya tuh, TBHQ. Meskipun di ahli gizi mengatakan itu acceptable daily intake tapi tetap ada yang menganggapnya karsinogen (pemicu kanker, red)," paparnya.

Itulah mengapa dr Prasna Pramita, SpPD dari RS Mayapada Lebak Bulus menegaskan bahwa konsumsi mi instan juga tidak disarankan pada pasien kondisi tertentu seperti hipertensi.

Sebab mi instan diolah dengan menggunakan bumbu penyedap, yaitu MSG (monosodium glutamat) yang notabene mengandung garam dalam kadar tinggi. "Itu semua kan pasti ada MSG-nya, jadi pasti tinggi garamnya," terangnya.

Baca juga: Pesan Dokter Soal Maraknya Broadcast Larangan Makan untuk Kesehatan

Victoria sendiri mematok konsumsi mi instan hanya diperbolehkan maksimal dua kali saja dalam sebulan.(lll/ajg)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close