detikhealth

Penjelasan Psikolog di Balik Alasan Orang-orang Memilih Resign

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 20/07/2017 15:53 WIB
Penjelasan Psikolog di Balik Alasan Orang-orang Memilih ResignIlustrasi seorang karyawan yang ingin resign/Foto: thinkstock
Jakarta, Bagi beberapa orang bekerja kadang bukan lagi soal uang atau gaji semata. Walaupun mungkin berat hati, ada beberapa hal yang bisa jadi alasan mengapa seseorang memilih keluar dari pekerjaan.

Menurut psikolog dari Tiga Generasi Sri Juwita Kusumawardhani MPsi atau yang akrab disapa Wita, hal yang membuat orang memutuskan mengundurkan diri adalah workload atau beban kerja yang tinggi, meski benefit yang diperoleh juga tinggi.

"Jadi gini, benefit mau setinggi apapun tapi kalau workload itu terlalu tinggi sampai sudah mempengaruhi kehidupan personal kita itu bikin orang jadi mikir-mikir," jelas Wita kepada detikHealth.

Baca juga: Telanjur Cocok, Bagaimana Harus Bersikap Saat Atasan Resign?

"Berkaca pada pengalaman dan memegang kasus-kasus di perusahaan, kalau itu sudah mengganggu kesehatan fisik, terus misalkan mereka usia-usia menikah, tapi karena workload-nya terlalu tinggi jangankan pacaran, temen ajah nggak punya. Hang out ajah susah, mereka jadi mikir," terangnya lagi.

Lalu dikatakan Wita, alasan kedua mengapa seseorang mencari tempat pekerjaan lain adalah hubungan dengan rekan kerja, termasuk dengan atasan maupun kolega yang kurang nyaman. Misal punya kebutuhan psikologis untuk diapresiasi namun tidak terpenuhi.

"Misal nggak dapet apresiasi, kita kerjanya udah susah banget. Nah itu biasanya orang, terutama kalau dia punya kebutuhan psikologis dipuji tapi nggak dapet itu," kata pemilik akun Instagram @ladywitts.

Baca juga: Bekerja Tak Sesuai Passion karena Tuntutan Perusahaan, Ini Saran Psikolog

Selain itu, faktor lain seseorang memilih resign adalah ekspektasi pekerjaan yang berbeda dengan kenyataan. "Nggak puas dengan pekerjaan itu, atau nggak sesuai sama hal-hal yang penting buat dia. Misal yang penting itu keluarga, sedangkan tuntutan kerjanya tinggi banget. Nah kalau itu terjadi terus-terusan padahal value paling penting adalah keluarga pasti dia akan cabut dari kerjaan itu," tutur Wita.

Fenomena resign tidak hanya dikaitkan pada mereka yang sudah bekerja selama bertahun-tahun. Di antara kalangan millenial pun kadang ada saja yang lantas memutuskan resign meski belum lama bergabung di sebuah perusahaan.

"Kebanyakan anak-anak millenial begitu. Yang kayak gitu perlu kita encourage dulu bahwa ini sih masih proses banyak yang belum kamu dapat dan di mana pun kamu bekerja bakal ketemu permasalahannya. Jadi yang pertama kita lihat dulu, sebenarnya tantangannya apa dan usaha kita untuk menyelesaikan tantangan itu seperti apa," pungkas Wita.

Baca juga: Ini Efeknya Jika Memaksa Bekerja Tidak Sesuai Passion(hrn/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit