Orang-orang yang Tidak Cocok Diet Keto, Kamu Salah Satunya?

Orang-orang yang Tidak Cocok Diet Keto, Kamu Salah Satunya?

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Minggu, 05 Agu 2018 16:20 WIB
1.

Orang-orang yang Tidak Cocok Diet Keto, Kamu Salah Satunya?

Orang-orang yang Tidak Cocok Diet Keto, Kamu Salah Satunya?
Diet keto memfokuskan asupan nutrisi pada protein dan rendah karbohidrat. (Foto: shutterstock)
Jakarta - Diet 'high in protein and fat, very low in carbohydrate' atau diet ketogenik masih difavoritkan banyak orang. Diet keto membatasi asupan karbohidrat menjadi hanya 20 gram sehari.

"Jika dibandingkan diet yang mengasup lebih banyak karbohidrat dibandingkan dengan yang memakan 20 gram karbohidrat per hari dengan jumlah kalori yang sama, itu akan kelihatan akan dua kali lebih cepet turunnya," jelas Dr Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, pendiri lightHOUSE beberapa waktu lalu kepada detikHealth.

Namun nyatanya tidak semua orang bisa cocok menerapkan diet keto. Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, berikut ini beberapa di antaranya.
Beberapa orang berkinerja baik meski mengasup karbohidrat rendah tetapi yang lain mungkin menemukan kinerja mereka terhalang. Aktivitas berintensitas tinggi seperti CrossFit atau seni bela diri tidak cocok untuk menerapkan diet ketogenik, seperti ditulis Body+Soul.

Jika kamu orang yang aktif berolahraga namun merasa output yang kamu dapatkan kurang optimal dengan menerapkan diet keto cobalah menambahkan beberapa karbohidrat ke dalam makanan pasca-pelatihan.

dr Grace menuturkan diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat ini cukup dilakukan selama 2-3 pekan saja. Jika lebih dari itu, bahayanya bisa berujung pada pengendapan kristal batu ginjal.

"Karena tubuh terlalu asam, itu untuk ambil basa tubuh akan ambil kalsium untuk netralisir si asamnya tadi. Karena itu orang bisa jadi kena batu ginjal," jelas dr Grace. Kalau kamu punya masalah ginjal, sebaiknya jangan coba-coba dulu deh diet yang satu ini.

Untuk orang dengan diabetes yang tidak terkontrol juga tidak dianjurkan melakukan diet ketogenik. Sebab, jika ini dilakukan oleh pasien dengan diabetes yang sudah parah bisa menimbulkan kondisi koma ketoasidosis atau keadaan di mana tubuh tidak bisa mengolah gula darah (glukosa) karena tidak cukupnya insulin dalam tubuh.

"Tapi kalau dia prediabetic atau yang masih di angka 200-300 oke, asal organnya dinyatakan dokter baik, pankreasnya oke," ujar dr Grace.

Diet keto sendiri awalnya dikembangkan untuk anak epilepsi karena adanya serangan di otak yang akan terangsan dengan glukosa, sehingga asupan karbohidratnya juga menjadi sangat rendah. Selain itu, untuk orang dengan parkinson juga disarankan melakukan diet ini.

Namun tidak semua cocok untuk menerapkan ini, terutama untuk anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Anak-anak harus mendapatkan nutrisi seimbang demi pertumbuhan yang optimal.