"Nggak secara langsung yah, kalo stres dan banyak pikiran kan nyerangnya ke otak. Nah di otak ada hormon yang simpatis alias hormon adrenaline. Hormon itulah yang akan meningkat," jelas ahli jantung, dr Yudistira Panji Sentosa, SpPd-KKV, Selasa (2/10/2018).
"Nah itu yang bikin denyut jantungnya cepat akhirnya pembuluh darah kita mengerucut kemudian mengecil dan tensi kita bisa naik," tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika seseorang mengalami stres, tekanan darah serta denyut jantung cenderung meningkat. Jika berlarut-larut, jantung akan kelelahan dan terganggu fungsinya.
"Lama-lama jantung capek kalo stres, stres dan stres. Kemudian jika ditambah dengan darah tinggi dan juga gejala kolesterol itu semakin bahaya," jelas dr Yudis.
Peningkatan risiko makin besar jika seseorang punya riwayat gangguan kolesterol. Dampaknya akan menyerang pembuluh darah koroner yang menuju jantung dan berisiko memicu serangan jantung.











































