Selain Ginjal, Organ Ini Juga Jadi 'Korban' Komplikasi Penyakit Jantung

Selain Ginjal, Organ Ini Juga Jadi 'Korban' Komplikasi Penyakit Jantung

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Selasa, 27 Nov 2018 11:31 WIB
1.

Selain Ginjal, Organ Ini Juga Jadi 'Korban' Komplikasi Penyakit Jantung

Selain Ginjal, Organ Ini Juga Jadi Korban Komplikasi Penyakit Jantung
Penyakit jantung bisa berkomplikasi ke organ-organ lainnya. Foto: shutterstock
Jakarta - Aktor tanah air Roger Danuarta sedang dirundung duka. Sang ibu menghembuskan napas terakhir di usia 63 tahun pada Jumat (23/11/2018). Menurut pria yang baru sama menjadi mualaf ini, almarhumah ibunda sering bolak-balik dirawat di rumah sakit akibat riwayat penyakit jantung yang berkomplikasi pada organ lain, salah satunya ginjal hingga gagal ginjal.

Ahli jantung dari RS Harapan Kita, dr Isman Firdaus, SpJP-FIHA menyebutkan bahwa penyakit jantung apapun menyebabkan gangguan pada jantung sehingga tak bisa berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh secara normal. Jika tak segera ditangani, maka bisa menimbulkan komplikasi pada organ lain yang membutuhkan pasokan aliran darah.

"(Selain tidak segera ditangani) juga masih makan asin, masih makan minyak-minyak, gorengan. Pasien dengan gagal jantung itu tidak boleh olahraga berat, jangan naik tangga, jangan nyetir, jangan ndorong, jangan angkat," tuturnya pada detikHealth via sambungan telepon, Senin (26/11/2018).

Ia menyebut ginjal memang jadi organ yang paling sering jadi komplikasi dari penyakit jantung. Namun tak hanya ginjal, organ-organ ini juga kerap jadi 'korban':

dr Isman mengatakan organ yang biasanya jadi 'korban' dari komplikasi penyakit jantung adalah otak. Penyakit yang umum ditimbulkan adalah stroke iskemik atau embolisme cerebral.

Stroke iskemik terjadi akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah di otak. Jika disebabkan oleh penyakit jantung, maka gumpalan darah yang terbentuk di jantung pecah dan terbawa ke otak lalu menumpuk.

Suplai darah ke otak tersumbat dan menyebabkan stroke. Stroke ditandai dengan gejala lumpuh mendadak di salah satu sisi tubuh, wajah melorot dan kesulitan berbicara atau bicara pelo.

Organ lainnya yang kerap jadi 'korban' dari penyakit jantung adalah paru-paru. Biasanya penyakit yang ditimbulkan adalah pulmonary edema atau kondisi di mana ada cairan memenuhi paru-paru.

Penyakit jantung seperti misalnya gagal jantung membuat jantung lemah dan tak mampu memompa darah seperti seharusnya. Sehingga darah menyokong ke dalam pembuluh darah yang ada di paru-paru dan menyebabkan cairan bocor keluar.

Gejala-gejala dari pulmonary edema meliputi napas pendek-pendek yang ekstrim, nyeri dada, bibir dan kuku membiru, serta batuk-batuk berdarah. Pulmonary embolism atau embolisme paru juga bisa terjadi

Ginjal menjadi organ paling sering menjadi komplikasi dari penyakit jantung. Menurut dr Isman, ginjal lebih sensitif akan aliran darah, sehingga saat kinerja jantung terganggu maka aliran darah juga.

"Penyakit jantung bisa berkomplikasi ke organ-organ lain. Terutama ginjal karena ia lebih sensitif akan aliran darah. Ginjal menjadi organ yang paling sering," katanya.

Penyakit jantung yang kerap berujung gagal ginjal adalah gagal jantung, yang mengurangi aliran darah ke ginjal. Pada akhirnya menyebabkan gagal ginjal apabila tidak segera ditangani.

Walau ketiga organ tadi merupakan organ yang paling sering jadi korban dari penyakit jantung, namun organ lain seperti hati juga bisa terdampak. Gagalnya jantung dapat berakibat penumpukan cairan yang bisa menekan keras hati.

Cairan ini dapat melukai hati yang akhirnya membuatnya semakin sulit untuk berfungsi secara benar. Selain liver atau hati, gagal jantung juga bisa menyebabkan kaki dan usus bengkak, kembung-kembung dan mual, biasanya disebabkan komplikasi pada saluran cerna.