"Untuk pertama kali, biasanya dari apoteker akan bertanya kepada dokter ini tulisannya apa maksudnya nanti kemudian nggak nanya lagi karena sudah terbiasa dengan itu," kata Wakil Ketua Ikatan Apoteker Indonesia, Hilwan Yudateruna, saat dijumpai di daerah Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).
Iwan, sapaannya, menambahkan para apoteker tetap harus menelepon dokter yang bersangkutan apabila tidak bisa membaca resep yang diberikan.
"Kalau tidak bisa baca, telepon ke dokternya, karena berisiko. Karena kalau salah kan fatal. Item obat ada ribuan, namanya juga mirip-mirip," tambahnya.
Iwan mengharapkan dengan adanya kemajuan teknologi yang pesat, kedepannya resep dengan tulisan 'cakar ayam' tidak ada lagi.
"Resep elektronik itu harus segera dilakukan jadi obatnya jelas apa yang diresepkan. Jadi nggak ada lagi tulisan begitu," harapnya.