Nyaris Lumpuh Digerogoti Multiple Sclerosis, Selma Blair Menangis di Oscar 2019

Nyaris Lumpuh Digerogoti Multiple Sclerosis, Selma Blair Menangis di Oscar 2019

Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 26 Feb 2019 09:20 WIB
Penampilan Selma Blair yang terdiagnosis multiple sclerosis dalam Oscar 2019. (Foto: Dia Dipasupil/Getty Images)
Jakarta - Aktris Selma Blair (46) untuk pertama kalinya tampil di depan publik setelah didiagnosis dengan penyakit multiple sclerosis pada Oktober 2018 lalu. Dalam malam Oscar 2019, Blair berjalan di karpet merah memakai tongkat bantu berhiaskan berlian.

Ada momen di mana Blair sempat menangis yaitu ketika fotografer memintanya berpose untuk difoto. Blair yang memakai gaun berwarna-warni emosional karena Oscar 2019 jadi kesempatannya untuk mengingat siapa ia dulu sebelum terserang multiple sclerosis.



"Saya teringat cinta dari para fotografer yang sudah memerhatikan saya berjalan di atas karpet merah sejak usia 20-an. Saya merasakan kehangatan lampu sorot yang ada. Kekuatan gaun yang saya pakai. Sentuhan perhatiannya (manajer Blair, Troy Nankin -red)," tulis Blair di Instagram.

"Saya berharap otak saya bisa terus mengirim sinyal untuk waktu yang tersisa di acara ini. Saya menangis. Saya mengapresiasi setiap detiknya," lanjut Blair seperti dikutip Selasa (26/2/2019).

Multiple sclerosis sendiri adalah penyakit gangguan sistem imun yang merusak lapisan pelindung sistem saraf menyebabkan penurunan fungsi di otak dan tulang punggung. Akibatnya perlahan tapi pasti kekuatan koordinasi antara otak dan bagian tubuh lain terganggu hingga berakhir dengan kelumpuhan.

Tidak diketahui pasti penyebab multiple sclerosis namun menurut National MS Society peluang populasi umum mengidap multiple sclerosis hanya 0,1 persen. Namun jumlah ini akan meningkat 2,5 hingga lima persen jika orangtua atau saudaranya mengidap multiple sclerosis.

Hingga saat ini, belum ada obat spesifik untuk mengobati penyakit multiple sclerosis. Fisioterapi dan obat yang diberikan hanya bersifat meringankan gejala serta membantu pasien menjaga kualitas hidupnya. Blair sendiri telah menganggap penyakitnya tak bisa sembuh, jauh sebelum dokter menjatuhkan vonis multiple sclerosis.

Meski begitu, Blair bertekad tetap memandang hidupnya dengan positif dan melakukan yang terbaik di masa penyembuhan.

(fds/up)