Menurut praktisi pijat Dedy Suryadi, penggunaan minyak bergantung pada tujuan klien atau penggunan jasa layanan terapi. Minyak yang digunakan dalam pijat untuk relaksasi, berbeda dengan yang diterapkan dalam pengobatan bengkak atau terkilir.
"Kalau pijat untuk relaksasi atau penyegaran biasanya kita menggunakan minyak zaitun. Namun kalau pijat bertujuan terapi, kita memilih minyak yang memberi terapi hangat untuk melancarkan peredaran darah, misal Gandapura, GPU, atau Tawon," kata Dedy yang juga Ketua Umum Perkumpulan Para Pemijat Penyehatan Indonesia (P-AP3I) pada detikHealth, baru-baru ini.
Sedangkan untuk minyak telon, kayu putih, atau kampak biasanya tidak digunakan dalam praktik pijat. Menurut Dedy, minyak tersebut cepat menguap sehingga mengakibatkan kulit terasa kesat.
Permukaan kulit yang tidak licin biasanya menimbulkan sensasi sakit pada konsumen saat dipijat. Minyak telon, kayu putih, dan kampak yang menimbulkan rasa hangat tersebut lebih disarankan untuk olesan.
Simak Juga 'Ternyata Manfaat Minyak Kelapa Banyak Banget Loh!':
(up/up)