6 Dokter di RSUP Persahabatan Terinfeksi Corona, Bagaimana Kondisinya Kini?

6 Dokter di RSUP Persahabatan Terinfeksi Corona, Bagaimana Kondisinya Kini?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Selasa, 01 Sep 2020 14:16 WIB
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz
Tenaga kesehatan garda terdepan penanganan pandemi Corona. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta -

RSUP Persahabatan yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien Corona mengungkap jumlah dokter di fasilitas kesehatan mereka yang terinfeksi COVID-19.

"Syukur Alhamdulillah, mulai dari bulan Maret sampai dengan Agustus ini, kami baru mendapatkan informasi, semoga ini adalah yang terakhir, dokter yang positif COVID di rumah sakit dari Maret sampai Agustus hanya enam orang," kata Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Persahabatan Rochman Arif dalam dalam konferensi pers yang diselenggarakan RSUP Persahabatan, Selasa (1/9/2020).

Rochman menyebut saat ini kondisi keenam dokter yang sempat terinfeksi COVID-19 sudah pulih dan bisa kembali beraktivitas dan bekerja lagi.

"Semuanya sudah negatif dan sudah bekerja kembali," sambung Rochman.

Rochman menuturkan tidak ada pegawai RS, baik dokter maupun karyawan lain, yang dirawat di RSUP Persahabatan. Pegawai RSUP Persahabatan yang dikonfirmasi positif Corona kebanyakan dirawat di Wisma Atlet.

ADVERTISEMENT

"Artinya, pegawai yang dikonfirmasi positif COVID-19 di rumah sakit Persahabatan itu sebagian besar ringan," ungkapnya.

Selain itu, dalam data yang dipaparkan oleh Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum RSUP Persahabatan Yudhaputra Tristanto, dari awal Maret hingga Agustus ada sekitar 126 pegawai di sana yang terinfeksi COVID-19.

"Positif 75 pegawai, yang sudah negatif 49 orang dan yang meninggal 2 pegawai. Yang meninggal ini dengan komorbid yang bermacam-macam mulai dari jantung, diabetes, dan lain-lain," kata Yudha.

Kondisi dokter yang menjadi garda terdepan penanganan COVID-19 belakangan menjadi perhatian. Terlebih data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkap setidaknya ada 100 orang dokter yang gugur akibat COVID-19.




(kna/up)