Viral Gara-gara Kisah 10 Bulan Telat Haid, Ini Fakta-fakta Penting PCOS

Viral Gara-gara Kisah 10 Bulan Telat Haid, Ini Fakta-fakta Penting PCOS

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kamis, 19 Nov 2020 16:32 WIB
Viral Wanita Idap PCOS, Baru Ketahuan Setelah 10 Bulan Tidak Haid
Viral wanita 10 bulan telat haid. (Foto: Tangkapan layar)
Jakarta -

Di media sosial viral video tentang kisah wanita yang tidak haid selama 10 bulan. Tetapi, wanita bernama Ria ini baru menyadari bahwa dirinya mengidap PCOS atau polycystic ovary syndrome.

Ria membagikan pengalamannya ini lewat media sosial TikTok. Sebelum tahu dirinya mengidap PCOS, siklus haidnya memang tidak teratur, misalnya hanya 2-6 bulan sekali.

"Dan setelah diperiksa dokter, ternyata aku kena PCOS :') Jujur aku lemes banget saat itu, tapi aku yakin aku pasti bisa laluin ini semua, untuk semua wanita yang mungkin merasakan hal sama seperti aku, menstruasi tidak teratur, bisa cepet ke dokter spOG yah, biar semakin cepet diobatin," tulisnya dalam video tersebut, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan.

Sebenarnya apa itu PCOS dan apa saja penyebabnya? Berikut beberapa fakta soal PCOS yang dirangkum detikcom dari Mayo Clinic.

1. PCOS itu penyakit apa?

PCOS merupakan gangguan keseimbangan hormon yang seringkali terjadi pada wanita di usia reproduktif aktif. Salah satu dampak dari PCOS adalah sulit hamil atau mengalami kondisi infertil atau tidak subur.

ADVERTISEMENT

Saat seseorang PCOS ia akan mengalami periode menstruasi yang tidak teratur. Dampaknya membuat kadar hormon testosteron yang ada di dalam tubuh pengidapnya berlebih, itu menyebabkan sel telur tidak dilepaskan tubuh secara teratur.

2. Apa penyebab PCOS?

Penyebab pasti penyakit PCOS ini belum diketahui. Tetapi ada beberapa faktor yang kemungkinan bisa berperan menjadi penyebabnya, yaitu:

- Kadar insulin yang berlebih

Insulin adalah hormon yang diproduksi pankreas yang memungkinkan sel menggunakan gula untuk sumber energi utama tubuh. Jika sel menjadi resisten terhadap tindakan insulin, kadar gula darah akan naik dan produksi insulin berlebih. Akibatnya, produksi androgen meningkat dan menyebabkan kesulitan dengan ovulasi.

- Peradangan tingkat rendah

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan produksi sel darah putih untuk melawan infeksi. Penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan PCOS memiliki peradangan tingkat rendah yang merangsang ovarium polikistik untuk memproduksi androgen, yang bisa menyebabkan masalah pada jantung dan pembuluh darah.

- Keturunan

Sebuah penelitian menunjukkan, faktor keturunan atau gen juga mungkin berkaitan dengan PCOS.

- Androgen berlebih

Ovarium menghasilkan kadar androgen yang sangat tinggi, sehingga menyebabkan hirsutisme (kelebihan rambut wajah dan tubuh) hingga jerawat parah dan kebotakan.

3. Apa saja gejala yang muncul?

- Menstruasi tidak teratur

Tanda paling umum dari PCOS adalah siklus menstruasi yang tidak teratur. Menstruasi bisa terjadi terlalu lama, sangat jarang, atau malah tidak terjadi sama sekali selama beberapa tahun (amenorrhoea).

Selain itu, kondisi ini juga membuat aktivitas ovulasi pada sistem reproduksi menurun, sehingga dinding rahim tidak bisa meluruh.

- Ovarium polikistik

Ovarium polikistik merupakan kondisi di mana ovarium yang membesar dan mengandung folikel yang mengelilingi sel telur. Hal ini mungkin membuat ovarium gagal berfungsi secara teratur.

- Kulit berjerawat atau berminyak

Tanda atau gejala PCOS lainnya yaitu adanya perubahan hormon yang membuat seseorang mengalami masalah kulit. Misalnya seperti kulit jadi mudah berjerawat dan berminyak.

Namun, kondisi kulit seperti itu tidak selalu menandakan seseorang mengalami masalah PCOS ini.

- Kesulitan tidur dan sering merasa kelelahan

Kesulitan tidur dan merasa kelelahan juga bisa jadi gejala dari PCOS ini. Hal ini tentunya jika dirasakan dengan gejala PCOS lainnya, misalnya menstruasi yang tidak teratur dan sakit kepala.

Selain itu pada pengidapnya, sakit kepala bisa menjadi gejala PCOS yang disebabkan karena adanya perubahan kadar hormon. Tetapi, kesulitan tidur juga bisa disebabkan karena kelainan tidur atau sleep apnea, tapi tidak merasakan kelelahan sepanjang hari.




(sao/up)