Dari sebuah survei yang dilakukan pada 31 juta orang Inggris yang melakukan perjalanan sepanjang tahun lalu terungkap, 81 persen dari mereka mengaku mendapatkan manfaat dari berlibur.
Sebanyak 46 persen mengaku lebih rileks, 42 persen lebih bahagia dan 35 persen mengatakan tingkat stres mereka menurun karena kegiatan tersebut. Namun tanpa disangka, peneliti juga menemukan manfaat tak terduga dari berlibur. Apa sajakah itu?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Demi Kesehatan Jiwa, Jangan Malu Minta Cuti Sehari
Menurut peneliti, ketiga aspek ini belum pernah ditemukan pada riset tentang liburan yang pernah ada sebelumnya. "Hal terbaik dari liburan adalah Anda bisa keluar dari rutinitas, dan Anda berhak memilih kegiatan yang disuka, sehingga Anda menjadi lebih rileks," terang peneliti, Dr Linda Papadopoulos yang juga seorang psikolog.
Ketika seseorang merasa rileks, kadar hormon pemicu stres atau kortisolnya akan berkurang. Kebalikannya, mood bertambah dan hal ini berdampak pada hal-hal positif seperti munculnya motivasi, produktivitas dan perubahan imej tubuh.
"Paparan sinar matahari yang tidak berlebihan juga dipercaya dapat meningkatkan pelepasan hormon serotonin di otak yang erat kaitannya dengan perbaikan mood dan mengubah seseorang menjadi lebih kalem sekaligus fokus," papar Papadopoulos seperti dikutip dari Daily Times, Sabtu (2/4/2016).
Baca juga: Usai Liburan Malah Makin Ngantukan? Ini Penyebabnya (lll/up)










































