Bagi Pria, Saat-saat Intim dengan Istri Juga Bisa Menambah Iman

Bagi Pria, Saat-saat Intim dengan Istri Juga Bisa Menambah Iman

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rabu, 28 Sep 2016 19:38 WIB
Bagi Pria, Saat-saat Intim dengan Istri Juga Bisa Menambah Iman
Foto: thinkstock
Jakarta - Bagi pasangan suami istri, hubungan seksual dapat menguatkan ikatan di antara kedua pihak. Tetapi uniknya, sebuah penelitian mengungkap hubungan seksual juga meningkatkan iman seseorang kepada Tuhan. Bagaimana bisa begitu?

Menurut peneliti dari Duke University, Carolina Utara, seks dapat meningkatkan spiritualitas, bahkan keimanan kepada Tuhan, utamanya bagi pria. Sebenarnya bukan karena aktivitas seksual itu sendiri, tetapi lebih kepada hormon yang dihasilkan saat melakukannya, yaitu oksitosin atau yang biasa disebut dengan 'hormon cinta'.

"Dari riset sebelumnya kami tahu bahwa spiritualitas dan meditasi ternyata berdampak positif terhadap kesehatan dan kesejahteraan hidup seseorang. Lantas kami ingin memahami faktor biologis di baliknya," kata ketua tim peneliti, Patty Van Cappellen, ahli psikologi sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Tidur Nyenyak Selepas Bercinta, Bisakah Diresepkan pada si Insomnia?

Hal ini kemudian dipastikan peneliti dengan melibatkan sejumlah partisipan yang dibagi ke dalam dua kelompok: yang satu diberi hormon oksitosin oral, satunya lagi plasebo.

Hasilnya, sebagian besar pria yang mengonsumsi oksitosin merasakan tingkat keimanannya meningkat tajam, padahal sebelumnya ia mengaku tidak mempercayai Tuhan atau memiliki keimanan yang tidak begitu kuat.

Efek hormon ini bahkan masih dirasakan partisipan hingga sepekan kemudian. Dari situ peneliti menyimpulkan, oksitosin dapat memicu munculnya beragam emosi positif, seperti kagum, rasa syukur, inspirasi, harapan dan ketentraman, di samping rasa cinta.

Namun ternyata efek oksitosin pada satu orang dengan lainnya bisa saja berbeda. Dari riset yang sama juga ditemukan bahwa mereka yang memiliki gen khusus bernama CD38 akan merasakan efek yang lebih besar dibandingkan yang tidak memilikinya.

"Menariknya, wanita lebih banyak menghasilkan oksitosin dalam tubuhnya ketimbang pria, tetapi efek spiritualitas ini justru lebih terasa pada pria. Ini yang mungkin akan kami gali lagi nanti," tutup Van Cappellen seperti dilaporkan Duke Today.

Meski begitu Van Cappellen juga mengingatkan studi ini tidak bisa digeneralisir sebab spiritualitas didasari oleh berbagi faktor yang kompleks. Hanya saja keberadaan hormon ini terbukti dapat mengubah cara pandang seseorang terhadap dunia sehingga cenderung lebih positif.

Baca juga: Mengapa Wanita Ingin Dipeluk dan Pria Justru Tertidur Setelah Bercinta? (lll/up)

Berita Terkait