Jakarta -
Mengalami disfungsi ereksi (DE) bisa dibilang jadi salah satu hal yang dikhawatirkan oleh pria. Hanya saja perlu dipahami bahwa libido dan juga kemampuan ereksi akan berkurang secara alami seiring bertambahnya usia sehingga normal saja bila pada satu waktu seorang pria kesulitan untuk ereksi.
Bila memang terjadi, maka jangan panik berpikiran DE. Dikutip dari berbagai sumber, berikut empat tips hal yang bisa dilakukan bila penis sulit untuk ereksi:
Baca juga: Terbukti, Jalan Kaki Bisa Perbaiki Disfungsi Ereksi
1. Beritahu pasangan
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Pria yang kesulitan untuk ereksi bukan berarti tak tertarik pada wanita pasangannya. Terapis seks Holly Richmond mengatakan sebagian besar pria kesulitan ereksi karena ada masalah psikologis yang membebani pikirannya.
Hanya saja terkadang pasangan wanita merasa bahwa sang pria tidak terangsang atau tak tertarik. Holly menyarankan agar para pria memberitahu pasangannya tentang hal ini.
"Satu kekeliruan yang sering dilakukan wanita ketika pria mengalami disfungsi ereksi adalah berasumsi bahwa ini karena dirinya," kata Holly.
"Kenyataannya 99 persen tidak ada kaitannya dengan sang wanita. Yang saya dengar dari klien saya dengan disfungsi ereksi adalah sebetulnya mereka sangat tertarik dengan pasangan mereka," pungkas Holly.
2. Jangan terlalu dipikirkan
Foto: thinkstock
|
Mengalami kesulitan untuk ereksi memang bisa jadi pengalaman memalukan untuk pria, namun jangan dipikirkan terlalu panjang sehingga menjadi masalah baru. Menjadi stres, depresi, atau bahkan sama sekali menghindari seks malah akan semakin memperparah keadaan.
Terapis seks Jennifer Valli mengatakan pasangan wanita di sini mungkin dapat berkontribusi dengan meredakan ketegangan pikiran pria.
"Karena takut gagal, seorang pria dan pasangannya malah dapat kehilangan momen intim. Semakin rileks pasangan maka pria juga bisa lebih mudah untuk rileks, kecemasan itu menular," kata Jennifer.
3. Jangan hentikan kemesraan
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Meski dengan penis yang sulit untuk ereksi bukan berarti kemesraan pasangan terhenti. Ada banyak cara yang bisa dilakukan berhubungan mesra dengan pasangan tanpa harus melakukan penetrasi.
"Kita punya tangan, jari, lidah, jempol. Kita adalah mahluk erotis dari ujung kepala sampai ujung kaki," kata terapis seks Lawrence Siegal.
"Jadikan ini sebagai kesempatan untuk belajar bagaimana bisa memuaskan satu sama lain tanpa harus fokus pada orgasme. Fokus seharusnya pada kesenangan yang bisa didapat," lanjut Lawrence.
4. Cari bantuan medis
Foto: Thinkstock
|
Ketika kejadian sulit ereksi kerap terjadi maka jangan malu untuk mencari bantuan medis. Psikoterapis sekaligus konsultan seks Ian Kerner mengatakan hal ini berlaku terutama pada pria muda di mana kemungkinan besar DE terjadi karena ada masalah.
"Kalau pria di bawah usia 30 tahun mengalami DE dan bukan hal yang situasional, bisa jadi itu karena efek samping obat atau hal lain indikasi kesehatannya. Sebagai contoh pria dengan penyakit jantung seringkali mengalami DE sebagai gejala awal," ungkap Ian.
Pria yang kesulitan untuk ereksi bukan berarti tak tertarik pada wanita pasangannya. Terapis seks Holly Richmond mengatakan sebagian besar pria kesulitan ereksi karena ada masalah psikologis yang membebani pikirannya.
Hanya saja terkadang pasangan wanita merasa bahwa sang pria tidak terangsang atau tak tertarik. Holly menyarankan agar para pria memberitahu pasangannya tentang hal ini.
"Satu kekeliruan yang sering dilakukan wanita ketika pria mengalami disfungsi ereksi adalah berasumsi bahwa ini karena dirinya," kata Holly.
"Kenyataannya 99 persen tidak ada kaitannya dengan sang wanita. Yang saya dengar dari klien saya dengan disfungsi ereksi adalah sebetulnya mereka sangat tertarik dengan pasangan mereka," pungkas Holly.
Mengalami kesulitan untuk ereksi memang bisa jadi pengalaman memalukan untuk pria, namun jangan dipikirkan terlalu panjang sehingga menjadi masalah baru. Menjadi stres, depresi, atau bahkan sama sekali menghindari seks malah akan semakin memperparah keadaan.
Terapis seks Jennifer Valli mengatakan pasangan wanita di sini mungkin dapat berkontribusi dengan meredakan ketegangan pikiran pria.
"Karena takut gagal, seorang pria dan pasangannya malah dapat kehilangan momen intim. Semakin rileks pasangan maka pria juga bisa lebih mudah untuk rileks, kecemasan itu menular," kata Jennifer.
Meski dengan penis yang sulit untuk ereksi bukan berarti kemesraan pasangan terhenti. Ada banyak cara yang bisa dilakukan berhubungan mesra dengan pasangan tanpa harus melakukan penetrasi.
"Kita punya tangan, jari, lidah, jempol. Kita adalah mahluk erotis dari ujung kepala sampai ujung kaki," kata terapis seks Lawrence Siegal.
"Jadikan ini sebagai kesempatan untuk belajar bagaimana bisa memuaskan satu sama lain tanpa harus fokus pada orgasme. Fokus seharusnya pada kesenangan yang bisa didapat," lanjut Lawrence.
Ketika kejadian sulit ereksi kerap terjadi maka jangan malu untuk mencari bantuan medis. Psikoterapis sekaligus konsultan seks Ian Kerner mengatakan hal ini berlaku terutama pada pria muda di mana kemungkinan besar DE terjadi karena ada masalah.
"Kalau pria di bawah usia 30 tahun mengalami DE dan bukan hal yang situasional, bisa jadi itu karena efek samping obat atau hal lain indikasi kesehatannya. Sebagai contoh pria dengan penyakit jantung seringkali mengalami DE sebagai gejala awal," ungkap Ian.
(fds/up)