Spesialis andrologi, dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, dari RS Fatmawati mengatakan mengapa hal tersebut terjadi karena umumnya pria memiliki ego tinggi. Oleh karena itu ketika memang benar ada masalah tidak jarang juga pria menolak mengakuinya.
Sebagai contoh dr Nugroho menjelaskan pada kasus disfungsi ereksi (DE) sering kali ada kesalahpahaman. Pandangan pria awam melihat DE sebagai kegagalan total untuk ereksi namun sebetulnya bisa juga penis yang ereksi mengalami disfungsi karena kerasnya tidak maksimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Hal-hal Seputar Fenomena 'Gancet' yang Perlu Disimak
"Tapi ya itu nggak baik ereksinya jadi buat pasangan nggak nyaman, jadi prematur ejakulasi. Terus bisa juga lagi ditengah-tengah flacid lagi," lanjut dr Nugroho.
Mengapa pria bisa mengalami disfungsi ereksi yang tak disadari ini menurut dr Nugroho biasanya karena ada penurunan hormon testosteron. Seiring bertambahnya usia mulai dari umur 30 tahun tubuh seorang pria akan mulai berkurang produksi hormon testosteronnya hingga bisa berujung pada hipogonadisme.
Untuk mengatasinya dokter bisa memberikan terapi hormon. Tingkat testosteron dapat kembali diseimbangkan dengan bantuan obat suntik, pil, atau gel.
"Tapi kan itu pria tinggi hati enggak mau mengakui kalau dirinya difsungsi ereksi," tutup dr Nugroho.
Baca juga: Mengapa Mr P Terasa Sakit Saat Bercinta di 'Ronde' ke-2?
(fds/vit)











































