Kamis, 18 Jul 2019 21:35 WIB

'Party Happy Sex' Gegerkan Pasuruan, Kenali Risiko Seks Tukar Pasangan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Swinger merupakan variasi seks yang terbilang ekstrem karena melibatkan tukar menukar pasangan (Foto: iStock) Swinger merupakan variasi seks yang terbilang ekstrem karena melibatkan tukar menukar pasangan (Foto: iStock)
Jakarta - Polisi menggerebek sebuah pesta seks tukar pasangan atau swinger di Pasuruan bertajuk 'Party Happy Sex.' Pesta di Villa Salsa, Genengsari Desa Pecalukan, Prigen ini digagas seorang guru, Agus Kusbiantoro (44).

"Tujuh orang kami amankan di daerah Tretes. Jadi tujuh orang tersebut kami amankan melakukan pesta seks dalam satu ruangan," kata Kanit 5 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKP Mohammad Aldy Sulaiman saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (18/7/2019) dikutip dari detikcom.



Dalam wawancara beberapa waktu lalu, Aditya Wardhana dari Indonesia AIDS Coalition mengungkapkan kekhawatiran terkait perilaku seks tukar pasangan. Apalagi bila dilakukan tanpa pengaman misal kondom yang berisiko menularkan berbagai Penyakit Menular Seksual (PMS), termasuk HIV (Human Imunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Imuno Deficiency Syndrome).

"Tidak menggunakan pelindung seperti kondom bisa menularkan penyakit. Dan juga ada two way protection terhadap pengidap HIV, yakni jika pengidap HIV udah minum ARV (anti-retroviral) dan jumlah virusnya menjadi tidak terdeteksi, 100 persen tidak akan menular bahkan jika ia tidak menggunakan kondom sekalipun," ujar Adit.

Swinger sendiri merupakan perilaku seks yang tidak wajar di Indonesia. Namun pelaku dalam kasus tukar menukar pasangan tidak bisa dihakimi begitu saja. Perlu ada penelitian dan wawancara mendalam untuk mengetahui penyebab seseorang menjadi pelaku swinger.

"Tergantung dari nilai-nilai yang mereka dapatkan ya dari perkembangan, dari kecil aja juga nilai-nilai moral yang didapatkan dari keluarga apakah itu masih dipegang teguh atau sudah mengendur. Jadi memang ada nilai-nilai yang dipegang dari kecil," ujar dokter spesialis jiwa dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Fransiska Kaligis, SpKJ(K).



Simak Video "Cara Makan Gorengan Tanpa Bikin Kolesterol Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
News Feed