Sabtu, 02 Nov 2019 19:00 WIB

Mau Cukur Rambut Kemaluan? Hal Ini Harus Diperhatikan

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi alat bagi yang mau cukur rambut kemaluan. Foto: thinkstock Ilustrasi alat bagi yang mau cukur rambut kemaluan. Foto: thinkstock
Jakarta - Di media sosial ramai cerita seorang suami yang kesal karena istrinya 6 tahun tak pernah mencukur rambut kemaluan. Cerita terungkap ketika beredar tangkapan layar pesan yang diunggah oleh salah satu pengguna Twitter.

"Saya ga tau lg harus cara apa ingetin istri dan biar istri ngerti kalau saya kesiksa sama bulu kemaluannya. Saya risih liatnya kaya jorok, saya jadi malas hubungan badan," tulis pesan dalam tangkapan layar yang dibagikan oleh pengguna Twitter @kom********nthy pada Jumat (1/11/2019).


Mencukur rambut kemaluan disebut spesialis kulit dr I Gusti Nyoman Darma Putra, SpKK, dari D&I Skin Centre sebetulnya boleh saja. Hanya saja harus ekstra hati-hati agar tidak memotong terlalu pendek sehingga malah menimbulkan luka.

Asal dirawat dan dijaga kebersihannya dengan baik, rambut kemaluan sebetulnya tidak akan menimbulkan masalah atau gangguan kesehatan.

"Area yang berambut kadang lembap, terutama saat berkeringat banyak, sehingga harus rutin dibersihkan sangat mandi. Mencukur juga harus hati-hati, jangan sampai terjadi luka pada area tersebut karena memotong terlalu pendek," kata dr Darma beberapa waktu lalu.

Metode 'merapikan' rambut kemaluan ini juga perlu diperhatikan. Beberapa teknik yang ada seperti plucking, waxing, shaving, hingga laser memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

"Kalau orang habis removing pubic hair harus menjaga, misalnya diberi krim antibiotik. Krim antibiotik di mana gunanya kalau habis cukur biasanya ada folikel kulit rambut yang terbuka, biasanya akan timbul-timbul jerawat," komentar ahli kulit lainnya dr Armansjah Dara Sjahrudin, SpKK.



Simak Video "Viral! ODGJ Bantu Buka Jalan Ambulans di Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)