Kamis, 02 Jul 2020 19:30 WIB

3 Fakta Masturbasi, Benarkah Bisa Bikin Mandul?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi masturbasi 3 fakta terkait dengan masturbasi. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Masturbasi memang tidak berbahaya bagi kesehatan. Meski begitu, masturbasi tidak disarankan untuk dilakukan terlalu sering.

Ada yang khawatir jika masturbasi bisa berdampak pada kesuburan sehingga menyebabkan mandul. Namun benarkah masturbasi bisa mempengaruhi kesuburan?

Catat 3 fakta masturbasi dirangkum detikcom dari berbagai sumber.

Apakah masturbasi bisa mempengaruhi kesuburan atau menyebabkan mandul?

Meski kerap menimbulkan kekhawatiran, faktanya masturbasi tidak menyebabkan kemandulan. Mayo Clinic menyebut frekuensi masturbasi tidak terlalu berpengaruh terhadap kualitas air mani.

"Beberapa data menunjukkan kualitas air mani yang optimal terjadi setelah sekitar dua sampai tiga hari tanpa ejakulasi. Tapi, studi lainnya menemukan pria dengan kualitas sperma normal bisa mempertahankan motalitas (kemampuan berenang -red) dan konsentrasinya meski ejakulasi setiap hari," tulis Mayo Clinic.

Masturbasi saat menstruasi, apakah berbahaya?

Para wanita mungkin sering menanyakan apakah aman masturbasi saat menstruasi. Dikutip dari Healthline, masturbasi saat menstruasi malah memiliki beberapa manfaat, seperti menghilangkan rasa nyeri saat menstruasi, meningkatkan mood, dan membuat tidur lebih nyenyak.

Bagaimana tandanya kamu ketagihan masturbasi?

Dikutip dari MensHealth, terlalu sering masturbasi bisa dilihat dari seberapa sering seseorang memikirkan terus masturbasi. Terlalu sering ingin melakukan masturbasi bisa berdampak bagi pekerjaan dan kegiatan aktivitas sehari-hari, termasuk tidak begitu bergairah saat melakukan hubungan seks dengan pasangan.



Simak Video "Sering Diremehkan, Gondongan Bisa Berakibat Mandul pada Pria"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)