Senin, 13 Jul 2020 21:13 WIB

5 Fakta Puting Payudara yang Kadang-kadang Mengeras Tanpa Sebab

Elsa Himawan - detikHealth
ilustrasi payudara Salah satu area paling sensitif adalah puting payudara (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Puting payudara menjadi salah satu zona sensitif yang perlu diperhatikan. Tidak melulu berhubungan dengan rangsang sensual, puting juga bisa mendadak keras karena banyak sebab.

Seperti contohnya saat sedang berolahraga, tiba-tiba putingmu menonjol dan terlihat jelas saat mengenakan baju yang dikenakan. Peristiwa tersebut membuatmu akhirnya bertanya-tanya, mengapa putingmu bisa menonjol tanpa sebab?

Berikut 5 fakta puting payudara yang kadang-kadang mengeras:

1. Mengalami kontraksi pada otot-otot kecil

Dikutip dari Health, Michelle Lee, MD, seorang ahli bedah plastik dari Beverly Hills, menjelaskan bahwa di bawah puting dan areola atau area gelap di sekitar puting ada otot-otot kecil yang berkontraksi dan menarik kulit sehingga mendorong puting keluar dan mengeras. Hal ini adalah respons dari segala jenis stimulasi.

"Sistem saraf tubuh membuat jantungmu menjadi berdetak kencang, kulit merinding, dan telapak tangan berkeringat, sehingga mengirimkan sinyal ke saraf di otot-otot kecil yang menyebabkan mereka berkontraksi," ujar dr Lee.

2. Stimulasi seksual

Hormon seksual dapat berpotensi untuk membuat putingmu menjadi keras seketika. Menurut Heather Irobunda, MD, seorang dokter kandungan yang berbasis di Queens, NY, stimulasi dari puting bisa terjadi karena rangsang seksual. Puting adalah zona sensitif seksual.

Gairah dari rangsangan fisik seperti misalnya sentuhan atau rangsangan psikologis, misalnya berfantasi tentang sesuatu dapat memicu bagian-bagian tertentu dari otak yang menyebabkan otot-otot di puting menjadi ereksi, mirip dengan efek perasaan yang timbul pada alat kelamin.

"Faktanya, ada penelitian menemukan bahwa stimulasi puting pada wanita mengaktifkan bagian otak yang sama dengan stimulasi klitoris, vagina, dan leher rahim. Sama seperti halnya dengan klitoris atau penis, puting juga terdiri dari jaringan ereksi, sejenis jaringan yang menerima banyak aliran darah", kata dr Irobunda.

3. Pengaruh suhu

Stimulasi bukan hanya tentang seksual. Puting juga bisa menjadi keras, seperti ketika berada dalam ketinggian dan itu adalah hal yang normal.

"Ketika suhu turun, otot-otot kecil di bawah kulit berkontraksi untuk menjebak udara hangat di dekat kulit dan mengurangi lebih sedikit panas dari radiasi yang keluar dari kulit kamu. Inilah sebabnya mengapa areola juga berkontraksi ketika puting terkena dingin. Kulit yang berkontraksi kemudian mendorong puting ke arah luar," kata dr Lee.

Selanjutnya
Halaman
1 2