Selasa, 28 Jul 2020 21:00 WIB

4 Mitos Soal Menstruasi, Salah Satunya Bercinta Saat Haid Tak Bikin Hamil

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
ilustrasi pembalut Ilustrasi menstruasi. (Foto: iStock)
Jakarta -

Menstruasi merupakan siklus rahim melepaskan darah dan jaringan mukosa (lendir) dari lapisan dalam rahim yang keluar melalui vagina.

Menstruasi dapat berlangsung antara 3 atau 7 hari dan biasanya terjadi setiap 28 hari. Namun, periode tersebut tergantung pada setiap wanita.

Saat menstruasi beberapa wanita mengalami perut keram, mual, dan pusing. Adanya mitos seputar menstruasi, membuat para wanita cemas dan khawatir, padahal mitos tersebut belum tentu benar. Berikut beberapa mitos mengenai mens yang tidak perlu lagi dipercaya.

1. Tidak boleh berolahraga

Pernyataan tersebut tidak benar, dikutip dari Very Well Health, menstruasi merupakan hal yang normal bukan kondisi yang membuat wanita menjadi cacat. Wanita dapat melakukan apa saja selama menstruasi. Faktanya, olahraga teratur membantu mengurangi kram menstruasi yang menyakitkan.

2. Berhubungan seks saat menstruasi tidak sebabkan kehamilan

Mitos ini sudah sangat umum, tetapi pernyataan tersebut tidak benar. Umumnya ovulasi terjadi setelah menstruasi selesai, tetapi jika wanita memiliki siklus yang tidak teratur kemungkinan masa suburnya akan tumpang tindih dengan menstruasi.

Penelitian di bidang kesehatan reproduksi dan kesuburan menunjukkan sperma dapat hidup di saluran reproduksi wanita hingga sepuluh hari setelah hubungan seksual. Untuk wanita dengan siklus menstruasi yang lebih pendek, wanita dapat hamil jika melakukan hubungan seks tanpa kondom di akhir haid.

3. Tidak aman menggunakan pil KB untuk mencegah menstruasi

Menurut Dr James Segars, Departemen Ginekologi dan Kebidanan, Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, bahwa wanita saat menstruasi cenderung mengalami dismenore (periode nyeri) yang dapat menganggu produktivitasnya sehingga menurutnya tidak ada salahnya menggunakan pil KB untuk menunda terjadinya menstruasi, asalkan konsultasi dahulu dengan dokter.

4. Tidak boleh mandi

Beberapa orang berpikir bahwa mandi selama menstruasi dapat memberikan efek buruk. Adapun mitos yang beredar adalah jika mandi menggunakan air panas akan merangsang pendarahan sedangkan mandi menggunakan air dingin akan menghentikan darah menstruasi.

Faktanya, tidak ada alasan untuk tak mandi selama menstruasi. Justru dengan mandi, kemungkinan besar wanita dapat bersantai dan akan meningkatkan mood sehingga membantu meringankan gejala mestruasi yang dialaminya.



Simak Video "Fakta dan Mitos Soal Eucalyptus hingga Renang Saat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)