Rabu, 26 Agu 2020 22:00 WIB

5 Fakta Dorongan Seks pada Pria

Elsa Himawan - detikHealth
Young couple solves problems on the street Dorongan seks pada pria dipengaruhi banyak faktor (Foto: iStock)
Jakarta -

Dorongan seks dipengaruhi banyak faktor, mulai dari hormon hingga latar belakang budaya. Ada juga anggapan bahwa pria lebih terobsesi pada seks dibanding wanita.

Faktanya, beberapa studi menyimpulkan pria lebih banyak memikirkan seks. Pria juga disebut-sebut lebih sering melakukan masturbasi.

Laman Healthline menyampaikan 5 fakta mengenai dorongan seks pria, yakni:

1. Pria lebih banyak memikirkan seks

Sebuah studi di Ohio State University yang melibatkan lebih dari 200 mahasiswa menunjukkan pria muda memikirkan tentang seks rata-rata 19 kali perhari. Berbeda dengan para wanita muda yang melaporkan rata-rata 10 kali memikirkan tentang seks perhari.

2. Pria lebih sering masturbasi

Riset terhadap 600 orang dewasa di Guangzhou China, menunjukkan 48,8 persen wanita dan 68,7 persen pria mmelakukan masturbasi. Survei itu juga menunjukkan bahwa sebagian besar wanita dewasa memiliki pandangan negatif terhadap masturbasi.

3. Butuh 2 hingga 7 menit untuk orgasme

Pakar seks menegaskan bahwa pria dan wanita sama-sama mengalami sejumlah fase selama aktivitas seksual. Akan tetapi baik pria maupun wanita, memiliki durasi fase yang berbeda-beda. Wanita lebih membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai fase orgasme.

4. Dorongan seks pria sangat dipengaruhi otak

Libido pada pria dipacu oleh dua area otak, yakni korteks seberal dan sistem limbik (sekumpulan struktur otak yang mendukung emosi, perilaku, motivasi, dan memori jangka panjang).

Oleh sebab itu, pria dapat mengalami orgasme hanya dengan memikirkan atau bermimpi tentang pengalaman seksual.

5. Dorongan seksual pria juga bisa menurun

Dorongan seks bisa menurun seiring bertambahnya usia. Namun, terdapat beberapa penyebab juga yang bisa membuat libido pria menurun, seperti stres atau depresi, sleep apnea, konsumsi obat-obatan tertentu, tekanan darah tinggi, dan diabetes.



Simak Video "Apakah Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)