Kamis, 01 Okt 2020 18:01 WIB

Tak Selalu Harus Botak, Ini 4 Manfaat Menumbuhkan Rambut Kemaluan

Elsa Himawan - detikHealth
razor, bar of sudsy soap on shiny wet gray surface. Manfaat rambut kemaluan (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Asalkan terawat, rambut kemaluan boleh-boleh saja dibiarkan tumbuh. Faktanya, kemaluan yang dipangkas hingga botak justru memicu berbagai masalah kesehatan.

Terkhusus bagi kaum wanita, rambut kemaluan punya fungsi yang tidak tergantikan. Mencukurnya hingga licin memang memudahkan perawatan terkait kebersihan, tetapi tidak untuk beberapa hal lain.

Rambut yang tumbuh di vagina sebetulnya memiliki sejumlah manfaat bagi melindungi vagina itu sendiri. Menurut laman Little Things, berikut manfaat rambut yang tumbuh di area vagina:

1. Mengurangi infeksi jamur

Rambut pada kemaluan dapat menjadi penghalang masuknya infeksi jamur. Menurut dr Vanessa Mackay dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG), rambut kemaluan juga membantu mengontrol kelembapan area vagina yang mengurangi kemungkinan infeksi jamur.

2. Menurunkan risiko infeksi

Mencukur atau menghilangkan rambut vagina dapat menyebabkan luka kecil di lapisan kulit, yang membuat infeksi lebih mudah ditularkan.

3. Menghindari iritasi

Kulit vagina sangat tipis dan sensitif, sehingga rentan sekali terkena infeksi. Itulah sebabnya, rambut kemaluan memiliki tekstur yang kasar karena harus melindungi lapisan kulit kelamin.

Oleh sebab itu, cara termudah untuk mengurangi iritasi kulit ini adalah dengan membiarkan rambut kemaluan tetap tumbuh.

4. Menyerap keringat

Vagina yang licin dan tak berambut sebenarnya lebih mudah terasa lembab. Hal ini dikarenakan air keringat di area vagina, tidak dapat diserap dengan baik.
Faktanya, salah satu tugas dari rambut di vagina adalah membantu menyerap keringat dengan baik.



Simak Video "Bukan Tren, Peremajaan Miss V Itu Kebutuhan!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)