Senin, 19 Okt 2020 05:20 WIB

Miss V Gatal Usai Bercinta? Ini 4 Kemungkinan Penyebabnya

Elsa Himawan - detikHealth
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background Gatal di area Miss V ada banyak penyebabnya (Foto: iStock)
Jakarta -

Memang tak selalu terjadi setiap kali bercinta, namun gatal di area Miss V selalu bikin cemas. Belum tentu tertular infeksi, ada banyak kemungkinan penyebabnya.

Kurangnya pelumas selama hubungan intim atau terlalu banyak gesekan paling sering memicu rasa gatal pada vagina. Jika hal ini yang menjadi permasalahan, rasa gatalnya mungkin akan membaik selama beberapa hari.

Selain itu, dikutip dari Healthline, ada banyak hal yang biasanya menyebabkan vagina terasa gatal usai bercinta:

1. Alergi sperma

Biasanya, ini terjadi pada wanita yang baru pertama kali berhubungan seksual, tetapi kadang-kadang bisa terjadi juga karena melakukan pergantian pasangan. Gejala alergi dapat dipengaruhi pada bagian tubuh manapun yang bersentuhan dengan cairan sperma, termasuk vagina, mulut, dan kulit. Gejala ini biasanya mulai terjadi dalam 10 hingga 30 menit setelah berkontak dengan air mani.

2. Alergi lateks pada kondom

Vagina bisa mengalami alergi dengan sesuatu yang mengandung bahan lateks, salah satunya adalah kondom. Ciri-ciri yang biasa dialami adalah vagina terasa gatal dan kemerahan. Namun, dampak yang lebih parahnya bisa menyebabkan pilek, bersin, gatal tenggorokan, mata berair, batuk, hingga kesulitan bernapas.

3. Vagina kering

Kekeringan adalah penyebab umum dari gatal pada vagina setelah berhubungan seksual. Hal ini dikarenakan kulit kering pada area vulva, terjadi ketika tidak cukup cairan yang diproduksi untuk melumasi dinding vagina dengan baik.

4. Ketidakseimbangan pH

Potensial hidrogen atau pH adalah ukuran seberapa asam atau basa suatu zat. pH diukur dengan skala 0 hingga 14. Tingkat keasaman ini menciptakan penghalang pelindung yang mencegah pertumbuhan berlebih dari bakteri dan ragi yang berbahaya. pH yang tak seimbang dapat menyebabkan resiko infeksi vagina, sehingga organ reproduksi akan terasa gatal.

5. Infeksi vagina

Beberapa infeksi vagina dapat ditularkan secara seksual, tetapi tidak semuanya terjadi akibat penularan. Infeksi vagina sendiri dapat berkembang dari bakteri ataupun jamur, seperti ragi, dan parasit. Karena itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan vagina.



Simak Video "Jawaban Dokter soal Tingkat Akurat Rapid Test Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)