Rabu, 16 Des 2020 18:45 WIB

7 Fakta Menarik Mr P yang Jarang Diketahui Pria

Zintan Prihartini - detikHealth
yellow banana and the hand in the white background Foto: iStock
Jakarta -

Membahas penis mungkin menjadi hal yang sensitif bagi banyak orang. Padahal, penis merupakan organ terpenting bagi pria yang perlu diketahui. Ada sederet fungsi dan fakta menarik di baliknya.

Mencari tahu informasi tentang penis akan membantu pria mengetahui kondisi dan menjaga organ intimnya tetap sehat.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut tujuh fakta tentang penis yang jarang diketahui:

1. Ereksi pertama

Biasanya bayi lahir dengan ereksi. Bahkan sebelum kelahiran, pemindaian ultrasound terkadang menunjukkan janin dengan ereksi yang terbentuk sempurna.

Penelitian dari tahun 1991 menemukan bahwa ereksi janin paling sering terjadi selama tidur random eye movement (REM), yang bisa terjadi beberapa kali setiap jam. Hal itu menandakan alat vital bayi berfungsi dengan baik.

2. Ukuran penis

Ukuran penis mungkin dua kali lebih panjang dari yang kamu kira. Penelitian yang diterbitkan British Journal of Urology International, para peneliti di University College London mengukur penis 104 pria, termasuk remaja dan lansia.

Penelitian tersebut menemukan panjang penis rata-rata dalam kelompok ini adalah 13 cm saat tidak ereksi.

3. Morning wood

Kebanyakan pria mengalami 3-5 kali ereksi setiap malam selama tidur REM. Studi menemukan bahwa hal itu mungkin membantu mencegah mengompol karena ereksi menghambat buang air kecil.

'Morning wood' dapat berguna sebagai alat diagnosa kondisi tertentu yang terjadi di penis. Jika seorang pria mengalami kesulitan ereksi ketika bangun tetapi mudah ereksi ketika dia tidur, mengindikasikan bahwa ada masalah psikologis.

Namun jika ereksi juga sulit terjadi saat tidur, mungkin karena masalah fisik.

4. Bisa patah

Meski penis tak memiliki tulang, namun alat vital itu tetap bisa patah. Hal ini paling sering terjadi saat hubungan seks yang intens.

Patah tulang penis merupakan pecahnya selubung fibrosa dari corpora cavernosa, yaitu jaringan yang menjadi ereksi saat membengkak dengan darah. Hal itu terjadi saat fraktur disertai dengan suara letupan atau retakan, nyeri hebat, bengkak, dan penis jadi terasa lembek.

Penelitian yang menyelidiki 42 kasus patah tulang penis menemukan posisi paling berisiko memicu kejadian ini adalah woman on top.

5. Penis pendek bisa ereksi lebih baik

Penis dengan ukuran pendek mungkin bisa ereksi lebih maksimal dibandingkan dengan mereka yang memiliki penis lebih panjang. Penelitian yang melakukan pengukuran penis 2.770 pria menemukan bahwa penis yang lebih pendek meningkat 86 persen saat ereksi, hampir dua kali lipat.

6. Penis bukan otot

Penis bukanlah otot, itulah mengapa kamu tidak bisa terlalu banyak menggerakkannya saat sedang ereksi. Penis merupakan sejenis spons yang terisi darah saat seorang pria terangsang secara seksual.

Darah menumpuk di dalam dua ruang berbentuk silinder, menyebabkan penis membengkak dan kaku. Pembengkakkan menghalangi pembuluh darah yang biasanya mengalirkan darah dari penis.

Saat ereksi menghilang, arteri di dua ruang tersebut menyempit lagi dan memungkinkan darah mengalir keluar dari penis.

7. Sensitivitas menurun seiring waktu

Studi menunjukkan bahwa penis terus kehilangan kepekaan seiring bertambahnya usia. Penelitian lain menemukan secara umum, sensitivitas penis diukur dengan sedikit stimulasi yang bisa dirasakan pria atau disebut ambang sensorik.

Sejak usia 25 tahun sensitivitas mulai menurun, dan mungkin banyak tak disadari pria. Penurunan sensitivitas paling tajam terlihat antara usia 65 dan 75 tahun.



Simak Video "Pacar Kamu Nafsuan?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)