Kamis, 21 Jan 2021 21:44 WIB

Sisi Lain Kontroversi Masturbasi, Diklaim Banyak Manfaatnya

Zintan Prihatini - detikHealth
ilustrasi orgasme Kontroversi masturbasi (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Masturbasi selalu dibayangi kontroversi. Meski banyak cerita tentang dampak buruknya bagi kehidupan seksual, ternyata ada juga yang mengklaim bermanfaat.

Terlepas dari kontroversi yang menyertai, beberapa pakar menyebut masturbasi sah-sah saja dilakukan. Bahkan disebut sebagai bagian dari perilaku seksual yang sehat, dan menyehatkan tubuh. Tentunya jika tidak berlebihan.

Ahli saraf sekaligus pendiri perusahaan bioteknologi seksual Liberos, Nicole Prause menyatakan ada banyak bukti tentang manfaat masturbasi bagi pria dan wanita yang terkait dengan orgasme. Saat orgasme, tubuh melepaskan hormon termasuk endorfin, oksitosin, dan serotonin.

Dikutip dari Insider, berikut manfaat masturbasi bagi pria dan wanita.

1. Manfaat masturbasi bagi wanita

- Lebih mudah orgasme

Wanita umumnya mencapai klimaks lebih cepat dan mudah selama masturbasi dibandingkan seks. Studi tahun 2017 pada lebih dari 52.000 orang dewasa, menemukan bahwa hanya 65 persen wanita yang mencapai orgasme saat berhubungan seks.

Masturbasi dapat membantu wanita mencapai orgasme karena memberikan kesempatan bagi wanita untuk lebih berhubungan dengan tubuh mereka sehingga mereka tahu bagaimana perasaan dirinya dan apa yang dibutuhkan.

- Mengurangi kram

Selama menstruasi, rahim akan berkontraksi untuk melepaskan lapisannya yang dapat menyebabkan kram menyakitkan. Namun, orgasme saat masturbasi bisa meningkatkan aliran darah ke alat kelamin dan melepaskan endorfin, yang dapat meredakan kram.

- Alternatif seks saat hamil

Wanita yang sedang hamil dapat melakukan masturbasi. Beberapa pria mungkin khawatir akan melukai bayi dalam kandungan, jadi masturbasi mungkin tidak terlalu mengganggu. Berhubungan seks saat hamil pun sebenarnya aman bagi ibu dan bayi, tetapi konsultasi dengan dokter tetap diperlukan.

2. Manfaat masturbasi bagi pria

- Mengurangi risiko kanker prostat

Studi terhadap hampir 32.000 pria yang diterbitkan pada tahun 2016 di European Urology, menemukan bahwa masturbasi mungkin membantu mengurangi risiko pria terkena kanker prostat. Profesor kesehatan dan kinesiologi di Texas A&M University, Susan Milstein mengatakan sebagian besar penelitian menunjukkan ejakulasi adalah hal yang menurunkan risiko kanker, baik itu melalui seks dengan pasangan atau masturbasi.

- Meningkatkan gairah seksual

Masturbasi mungkin cara yang tepat bagi pria untuk mengelola dorongan seksual. Prause mengatakan beberapa pria mengaku bahwa mereka menggunakan masturbasi sebagai cara untuk mengurangi beban seksual pada pasangannya.

Meski diklaim banyak manfaat, pada dasarnya segala sesuatu bisa merugikan jika berlebihan. Pada beberapa orang, masturbasi terlalu sering justru membuat menurunkan kualitas kehidupan seksual. Misalnya, terobsesi dan jadi sulit terpuaskan saat melakukan hubungan seks bersama pasangan.



Simak Video "Aman Nggak Kalau Masturbasi Keseringan?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)