Sabtu, 30 Jan 2021 21:00 WIB

Stres dan Keseringan Duduk Saat Pandemi Bisa Bikin Disfungsi Ereksi

Zintan Prihatini - detikHealth
ilustrasi ereksi (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Selama pandemi, sebagian orang menghabiskan waktu di rumah dengan duduk baik saat bekerja maupun bersantai. Pakar kesehatan seksual menyebut hal itu dapat memengaruhi kesuburan.

Dikutip dari Insider, ahli urologi telah memperhatikan adanya peningkatan disfungsi ereksi pada pria di segala usia karena mereka lebih banyak duduk dan mengalami stres saat pandemi.

"Kondisi seperti disfungsi ereksi sangat erat kaitannya dengan gaya hidup, saya bisa membayangkan angka (disfungsi ereksi) itu akan naik (selama pandemi)," ujar ahli urologi di Miami, Amerika Serikat, dr Premal Patel.

Jika seseorang jarang bergerak atau olahraga, maka semakin besar kemungkinan berat badan akan bertambah hingga meningkatkan masalah jantung dan pembuluh darah. Ereksi membutuhkan peningkatan aliran darah ke penis, karena itu masalah terkait berat badan yang memengaruhi aliran darah dapat berdampak negatif pada fungsi seksual pria.

Ahli urologi di California dr Aaron Spitz mengungkapkan bahwa meningkatnya stres telah membuat banyak pria membutuhkan perawatan untuk masalah ereksi mereka.

"Saya mengamati lebih banyak pria datang dengan disfungsi ereksi terkait stres. Pandemi adalah situasi yang membuat stres, dan stres memengaruhi kemampuan kita untuk berhubungan seksual," tuturnya.

Bagaimana stres bisa memengaruhi ereksi?

Tubuh melepaskan adrenalin untuk mengatasi stres. dr Spitz menjelaskan bahwa adrenalin membuat aliran darah berhenti dari bagian tubuh yang kurang penting seperti penis, telinga, dan jari sehingga lebih banyak darah bisa mengalir ke jantung, paru-paru, dan otak. Artinya, pelepasan adrenalin tersebut dapat memengaruhi ereksi pria.

Selain stres, dr Patel mengatakan bahwa kecemasan dan depresi juga meningkat sejak Maret 2020. Hal itu pun berisiko menimbulkan disfungsi ereksi, terutama untuk pria berusia 20 hingga 30 tahun.

Penelitian menemukan bahwa orang dengan kecemasan dan depresi lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi daripada mereka yang tidak memiliki masalah kesehatan mental.

dr Patel menyarankan bagi mereka yang mengalami disfungsi ereksi untuk memeriksakan diri ke dokter agar mengetahui tindakan apa yang diperlukan.



Simak Video "Biar Nggak Stres, Setop Pikirkan Kapan Pandemi Ini Akan Selesai"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)