Rabu, 17 Feb 2021 18:37 WIB

Sering Ejakulasi Bukan Jaminan Bebas Kanker Prostat, Ini Alasannya

Ardela Nabila - detikHealth
Problems with the bladder. The concept of mens health. Young man in light trousers with wet stain from urine. Sering ejakulasi bukan jaminan bebas kanker prostat (Foto: Getty Images/iStockphoto/Diy13)
Jakarta -

Berdasarkan sebuah studi di Harvard Medical School, melakukan ejakulasi sebanyak 21 kali dalam sebulan dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat.

Studi lain yang dilaksanakan di Australia menyatakan bahwa risiko kanker prostat dapat dicegah dengan melakukan ejakulasi sebanyak 7 kali dalam seminggu. Namun, studi lain mengatakan bahwa hal itu hanya efektif bagi pria yang berusia 50 tahun ke atas.

Konsultan Dokter Spesialis Uro-Onkologi, dr Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, SpU(K), PhD, mengatakan bahwa studi yang dipublikasikan secara internasional itu ternyata masih bisa diteliti lebih lanjut.

Dalam acara Virtual Media Briefing dalam rangka memperingati World Cancer Day 2021 yang digelar pada Rabu (17/2/2021), dr Agus memberikan tanggapannya mengenai studi yang mengatakan bahwa sering melakukan ejakulasi dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat.

Menurutnya, anggapan bahwa ejakulasi dapat mengurangi risiko kanker prostat adalah karena salah satu fungsi kelenjar prostat yaitu memproduksi cairan sperma.

"Memang ada satu jurnal yang bikin heboh, bahwa semakin sering ejakulasi bisa menurunkan risiko kanker prostat. Tapi, kalo kita telaah secara ilmiah, ada kemungkinan terjadinya risiko kesalahan metodologi. Walaupun sudah dipublikasi secara internasional, kita masih bisa telaah," jelas dr Agus.

Bisa saja orang yang (frekuensi) ejakulasinya lebih banyak, tapi bisa saja dia pola hidupnya nggak bagus, makannya gak bener, gak pernah olahraga segala macem, itu malah jadi kontradiksidr Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, SpU(K), PhD - Ahli uro-onkologi

Selain itu, ia mengatakan orang yang melakukan ejakulasi secara rutin cenderung memiliki kehidupan yang lebih sehat. Hal itulah yang kemudian dapat menurunkan risiko kanker prostat.

"Prinsipnya adalah bahwa orang yang melakukan ejakulasi secara rutin itu dianggap punya kehidupan yang lebih sehat. Artinya, ia hidup dengan pasangannya jauh lebih baik, kemudian berhubungan seksual secara rutin. Itu yang menurunkan risiko terjadinya kanker prostat," pungkas dr Agus.

Di sisi lain, orang yang sering melakukan ejakulasi, tetapi menjalani pola hidup yang tidak sehat juga memiliki risiko terkena kanker prostat.

"Karena bisa saja orang yang (frekuensi) ejakulasinya lebih banyak, tapi bisa saja dia pola hidupnya nggak bagus, makannya gak bener, gak pernah olahraga segala macem, itu malah jadi kontradiksi," tuturnya.

Menurut dr Agus, orang yang sering melakukan ejakulasi biasanya kerap menjalani gaya hidup sehat.

"Jadi, saat ini yang disepakati adalah bahwa orang yang melakukan ejakulasi secara rutin itu biasanya punya pola hidup yang lebih sehat dan punya rasa care terhadap kesehatannya lebih baik, sehingga dia bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dia deteksi (kanker prostat). Sekali lagi, pola hidup sehat menurunkan risiko terjadinya kanker prostat," tutupnya.



Simak Video "Kenali Gejala Dini Kanker Pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)