Senin, 01 Mar 2021 19:25 WIB

Baru Foreplay Sudah 'Selesai', Ini Penyebab Ejakulasi Dini

Yuviniar Ekawati - detikHealth
Sensual romantic foreplay by couple in love in bed Foto: Istock
Jakarta -

Durasi bercinta menjadi peran penting saat melakukan hubungan seksual. Terkadang, beberapa dari mereka tak bisa 'menyenangkan' pasangan lantaran ejakulasi dini.

Apa sih yang menyebabkan ejakulasi dini?

Walau ejakulasi dini merupakan masalah ejakulasi yang paling umum ditemukan pria. Bukan berarti kamu atau pasangamu mengalami ini jika durasinya tidak memuaskan.

Layanan Kesehatan Masyarakat Inggris (NHS) mengungkap studi yang melibatkan lima ratus pasangan dari lima negara yang berbeda menyoal ejakulasi.

Pengamatan itu bertujuan untuk mengetahui durasi rata-rata yang dibutuhkan laki-laki untuk ejakulasi. Dari pengamatan tersebut, ditemukan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk ejakulasi sekitar lima setengah menit.

Dikutip dari Harvard Health Publishing, ejakulasi dini terjadi ketika seorang pria mencapai orgasme dan ejakulasi terlalu cepat dan tanpa kendali. Sebagai tambahan, ejakulasi dini terjadi sebelum pria tersebut menginginkannya.


Pria dapat dikategorikan mengalami ejakulasi dini saat tercapainya ejakulasi sebelum atau setelah foreplay. Selain itu, ditemukan juga kondisi ejakulasi terjadi sebelum memulai hubungan seksual.

Harvard Health Publishing mengatakan, satu dari lima pria mengalami kondisi ini, beberapa kali selama mereka hidup. Saat ejakulasi terlalu sering terjadi, itu menandakan adanya masalah medis.

NHS juga mengatakan ejakulasi dini sesekali sering terjadi dan tak perlu dikhawatirkan. Tetapi, jika ejakulasi dini menyebabkan aktivitas seksual pria menjadi terganggu hingga merusak keintiman seksual dengan pasangannya, segera cari tau penyebabnya.

Berikut ini penyebab terjadinya ejakulasi dini oleh NHS yang dibagi menjadi dua faktor, faktor psikologis dan fisik. Faktor fisik meliputi:

1. Masalah prostat
2. Masalah tiroid (kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif)
3. Penggunaan narkoba

Sedangkan faktor psikologis atau mental meliputi:

1. Depresi
2. Stress
3. Permasalahan hubungan
4. Kecemasan akan performa seksual



Simak Video "Satgas Pastikan AstraZeneca Tetap Digunakan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)