Kamis, 01 Apr 2021 20:30 WIB

Setelah Vaksin COVID, Bolehkah Berhubungan Seks?

Ardela Nabila - detikHealth
Young male and female in blue protective masks taking photo by phone on tripod at home Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Vaksinasi COVID-19 masih terus berjalan hingga saat ini. Seiring berjalannya vaksinasi, orang-orang pun merasa sedikit lebih aman saat beraktivitas, tak terkecuali saat beraktivitas seksual.

Hanya saja, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seperti dikutip dari Cleveland Clinic, kamu belum dianggap sudah sepenuhnya divaksin usai setidaknya dua minggu sejak kamu mendapatkan dosis kedua vaksin. CDC menekankan, jika kamu baru mendapatkan satu dosis vaksin, maka kamu belum terlindungi sepenuhnya. Artinya, kamu masih tetap harus menerapkan protokol kesehatan meskipun telah disuntik vaksin.

Terkait waktu dua minggu yang disebutkan CDC, saat vaksin masuk ke dalam tubuh, ia akan membantu sistem imunitas mengenali virus penyebab COVID-19 dan melawannya. Vaksin membutuhkan setidaknya dua minggu untuk membangun sistem imunitas yang bisa melawan virus penyebab COVID-19.

Lalu, bolehkah seseorang berhubungan intim setelah divaksin Corona?

Dikutip dari Inside Hook, orang telah divaksin boleh melakukan hubungan seksual, meskipun pasangannya belum mendapatkan vaksin. Hal ini berdasarkan aturan yang dirilis oleh CDC.

Menurut Anne Liu, spesialis penyakit menular, karena COVID-19 merupakan penyakit pernapasan, pedoman yang dibutuhkan bagi para pasangan untuk melakukan hubungan intim tidak ada perbedaan signifikan dengan pedoman aktivitas lainnya yang melibatkan kontak dekat dengan orang lain.

Pedoman terbaru yang dirilis oleh CDC tersebut menyatakan, orang-orang yang sudah divaksin dapat menghabiskan waktu bersama orang terdekatnya di dalam ruangan, tak terkecuali untuk bercinta.

Liu menjelaskan, orang yang sudah divaksin boleh berhubungan dengan pasangannya meskipun ia belum divaksin. Asalkan, ia memiliki risiko rendah terinfeksi COVID-19 alias sedang dalam keadaan sehat dan berasal dari lingkungan yang sama atau satu rumah.

"Apabila orang yang belum divaksin memiliki risiko rendah terhadap penyakit parah dan menular, maka seks merupakan situasi berisiko rendah yang boleh dilakukan," ujar Liu kepada Vice.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)