Jumat, 23 Apr 2021 20:27 WIB

Gara-gara Seks Kilat, Wanita Ini Berjam-jam Orgasme Tanpa Henti

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration. Orgasme tanpa henti (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang wanita bernama Liz harus dirawat di rumah sakit karena tidak pernah berhenti orgasme. Ini terjadi setelah dirinya melakukan quickie sex atau seks kilat bersama pasangannya Eric.

Liz mencoba banyak cara untuk menghentikan orgasmenya itu, mulai dari minum anggur merah hingga mengkonsumsi antihistamin. Tetapi, tidak ada yang berhasil hingga harus dilarikan ke UGD.

"Kebanyakan orang yang belum pernah mengalaminya mungkin akan berpikir bahwa orgasme dalam lima menit atau satu jam akan menjadi pengalaman yang sangat, sangat luar biasa. Sampai Anda benar-benar mengalaminya," kata Liz dalam acara Sex Sent Me To The ER, dikutip dari Metro Uk, Jumat (23/4/2021).

Saat di rumah sakit, Liz menjelaskan pada dokternya apa yang ia alami. Setelah hampir empat jam, orgasme Liz berhenti.

"Jadi mereka pergi ke apotek untuk mencoba dan mendapatkan Valium. Saat mereka masih menulis dokumennya, saya (orgasmenya) berhenti," ujar Liz.

"Saya tidak percaya dan saya takut hal itu akan terjadi lagi. Ini adalah pengalaman yang sangat membebani saya secara fisik, emosional, dan mental," lanjutnya.

Seperti apa yang diperkirakan Liz, setelah keluar dari rumah sakit ia mengalami orgasme terus-menerus meski tanpa rangsangan apapun. Ia bisa orgasme sebanyak 12 kali dalam sehari.

"Awalnya hanya terjadi saat berhubungan seks saja. Tetapi, saat saya berjalan hingga menonton TV, saya akan orgasme tiba-tiba dan bisa mengalaminya sebanyak 12 kali dalam sehari," jelasnya.

Tak kunjung sembuh, Liz pun menjalani serangkaian tes dan mengubah cara pengobatannya. Kali ini, Liz diresepkan obat anti kejang yang membantunya mengelola orgasmenya menjadi jauh lebih baik sampai saat ini.

Liz mengkonsumsi obat tersebut setiap hari. Kemudian, secara bertahap berkurang menjadi dua hari sekali hingga sebulan sekali.

"Butuh waktu sekitar empat, mungkin lima bulan sebelum mereka (orgasme) benar-benar terkendali," pungkasnya.



Simak Video "Komnas KIPI Selidiki Penyebab Kematian Pria Jakarta Usai Divaksin AstraZeneca"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)