Kamis, 06 Mei 2021 19:30 WIB

Apa Itu Tantric Sex, Heboh Jadi Bisnis 'Kelas Orgasme' di Bali

Yuviniar Ekawati - detikHealth
ilustrasi pasangan orgasme Ilustrasi orgasme. (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Publik kembali dihebohkan dengan penawaran 'kelas orgasme' di Bali. Berawal dari sebuah penawaran melalui sebuah situs online dengan tagline 'Tantric Full Body Orgasm', harganya dikenakan 20 euro.

Kepala Sub Bagian Humas, Reformasi Birokrasi dan Teknologi Informasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Bali, I Putu Surya Dharma, mengatakan pihaknya bakal menyampaikan hal tersebut kepada imigrasi.

"Kita sampaikan pada pihak imigrasi dulu," kata Surya Dharma dalam pesan singkatnya kepada awak media, Kamis (6/5/2021).

Kabar praktik kelas orgasme sebelumnya pernah tersebar pada Maret lalu. Diselenggarakan oleh warga negara asing (WNA) berkebangsaan Australia bernama Andrew Barnes. Namun, akhirnya praktik tersebut dibatalkan karena banyak kecaman dari publik.

Sebenarnya apa sih tantric sex atau seks tantra itu? Dikutip dari Medical News Today, seks tantra disebut bisa membantu seseorang dapat mencapai pengalaman seksual yang memuaskan.

Tantric sex berasal dari agama Hindu kuno. Praktik seksual yang berfokus menciptakan hubungan yang dalam dan intim.

Tantric sex merupakan bentuk seks mediatif di mana tujuannya bukan hanya orgasme namun menikmati perjalanan dan sensasi seksual tubuh. Bentuk seks ini berfokus kepada spiritualisme seseorang yang bertujuan untuk menggerakkan energi seksual ke seluruh tubuh untuk penyembuhan, transformasi, dan pencerahan.

Para pelaku tantric sex percaya bahwa bentuk seks ini dapat mengobati berbagai hal khususnya yang berkaitan dengan kondisi seksual seperti ejakulasi dini, disfungsi ereksi, atau anorgasmia.

Tujuan dari tantric sex ini disebut-sebut untuk membuat seseorang mengenal tubuhnya sendiri dan memahami keinginan tubuh sendiri, termasuk saat berhubungan seksual dengan pasangan agar mendapatkan orgasme yang lebih intens.

Meski begitu, di Indonesia bentuk seks ini mendapatkan banyak sekali penolakan. Salah satunya dikarenakan pembahasan seks di ruang publik kerap dinilai tidak sesuai dengan budaya warga Indonesia kebanyakan, dan masih cukup tabu.



Simak Video "Apakah Rekam Video Seks Diri Sendiri Termasuk Gangguan Jiwa?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)