Selasa, 11 Mei 2021 23:15 WIB

Keset Saat Bercinta Pertanda Miss V Masih Rapet? Ngawur, Itu Kurang Pelumasan

Yuviniar Ekawati - detikHealth
Shot of a couple lying under a blanket with hearts scattered on the bed Ilustrasi seks (Foto: Getty Images/PeopleImages)
Jakarta -

Beberapa perempuan mengeluh sakit saat melakukan hubungan penetrasi bersama pasangannya. Seringkali rasa sakit itu terjadi karena vagina 'kurang basah' dan menjadi kering sehingga dapat menimbulkan luka atau lecet saat bercinta.

Banyak orang yang masih mengira vagina yang keset adalah tanda bahwa vagina tersebut masih rapat dan kencang. Juga tidak sedikit orang yang menganggap wajar perempuan mengalami rasa sakit saat bercinta.

Padahal seringkali hal itu terjadi karena vagina dalam keadaan kering. Dikutip dari Healthline, kunci dari keketatan vagina mencengkram penis saat hubungan penetrasi adalah kekuatan otot dasar panggul atau pelvic floor yang dapat dilatih dengan senam kegel.

Rasa sakit saat bercinta sebenarnya juga bukan sesuatu yang harus dinormalisasi, melainkan dicari solusinya untuk mencapai kenikmatan bersama.

Dikutip dari Medical News Today, pada dasarnya vagina secara alami menghasilkan lubrikasi atau cairan pelumas yang dapat membantu aktivitas seksual. Pelumas alami tersebut dapat keluar ketika adanya rangsangan.

Pelumas vagina ini ada untuk mengurangi gesekan pada vagina sehingga meminimalisir rasa sakit atau iritasi.

Tetapi, saat pelumas alami tidak cukup, dapat dibantu dengan menggunakan pelumas buatan agar aktivitas seksual lebih nyaman.

Kekeringan vagina memang sesekali dapat terjadi, hal itu biasanya terjadi karena kurangnya rangsangan dan tanda-tanda perempuan akan segera mengalami menopause. Untuk dapat mengembalikan kelembaban pada vagina perlu bantuan tenaga profesional.

Bercinta tidak selalu bisa mengandalkan cairan alami, bisa juga menggunakan bantuan pelumas buatan. Hal yang paling penting adalah keamanan dan kenyamanan bagi keduanya saat bercinta.

Berikut ini adalah kondisi pasangan membutuhkan pelumas buatan atau sintetis, dikutip dari Medical News Today.

  • Sedang dalam pengobatan penyakit tertentu sehingga vagina mengalami kekeringan
  • Dalam masa kehamilan atau setelah melahirkan vagina kering karena adanya perubahan kadar hormon
  • Menopause menyebabkan vagina kering
  • Kehabisan pelumas karena telah melakukan sesi aktivitas seksual yang lama
  • Mengalami nyeri atau gatal pada vagina karena jaringan vagina sensitif sangat kering.


Simak Video "Selain Bikin Tak Bisa Ereksi, Kebiri Kimia Juga Ancam Nyawa Predator Seksual"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)