Sabtu, 29 Mei 2021 21:35 WIB

Ladies Jarang Ganti Celana Dalam? Ini 5 Bahaya yang Mengintai

Ardela Nabila - detikHealth
Close-up of sexy pink panties on a womans feet Ilustrasi celana dalam (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Menjaga kesehatan area genital tidak cukup dengan hanya dengan membasuhnya dengan air. Rutin mengganti celana dalam juga merupakan salah satu cara untuk menjaga area genital agar tetap bersih dan bebas dari bakteri.

Pasalnya, seseorang yang tidak rutin dan malas mengganti celana dalam akan rentan terkena bakteri dan jamur. Akibatnya, area di bawah sana menjadi rentan mengeluarkan bau tidak sedap.

"Celana dalam yang kotor menyediakan tempat untuk pertumbuhan bakteri dan jamur, dan sering kali terkontaminasi oleh kotoran dari feses," ujar Sherry A Ross, MD, seorang obgyn asal California, dikutip dari The Healthy, Sabtu (29/5/2021).

Lalu, seberapa sering harus mengganti celana dalam? Secara umum, kamu sangat disarankan untuk mengganti celana dalam setiap hari untuk mencegah terjadinya pertumbuhan kotoran, keringat, bakteri, dan minyak.

Namun, apabila kamu merupakan seseorang yang aktif dan sering merasa berkeringat di area genital, seperti ketika usai berolahraga, maka sebaiknya ganti celana dalam setiap area genital sudah terasa lembap.

Celana dalam juga harus secepatnya diganti jika terdapat noda bekas urine atau feses. Bagi wanita, celana dalam juga harus diganti ketika darah menstruasi 'bocor' ke celana dalam.

Dikutip dari Times of India, berikut 5 hal yang mungkin terjadi apabila kamu tidak rutin mengganti celana dalam.

1. Gatal

Gatal merupakan tanda paling umum yang akan dirasakan apabila celana dalam sudah harus diganti. Sebab, hal tersebut menandakan celana dalam sudah kotor. Apabila diabaikan, maka berisiko menyebabkan iritasi lantaran bakteri akan terus tumbuh di area genital, terutama bagi mereka yang rentan berkeringat.

2. Ruam

Jika gatal pada area kemaluan diabaikan, area yang gatal akan rentan menjadi ruam. Ruam muncul sebagai respons bahwa terdapat infeksi bakteri yang menyebabkan inflamasi. Area kemaluan yang lembap karena celana dalam yang sudah kotor merupakan salah satu hal yang paling memicu munculnya ruam.

3. Bau tidak sedap

Bagi wanita, vagina merupakan area yang penuh dengan bakteri yang jika dikombinasikan dengan lendir keputihan, lalu tidak rutin dibersihkan dengan benar, maka bisa menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu.

4. Infeksi jamur

Jamur dan bakteri menyukai lingkungan yang lembap. Apabila kamu rutin membersihkan area genital, tetapi tidak mengeringkannya dan langsung memakaikannya celana dalam, maka jamur bisa bersarang di celana dalam. Oleh sebab itu, pastikan area kemaluan dan celana dalam kering dan bersih.

5. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih bisa terjadi ketika sekelompok bakteri masuk ke dalam vagina. Jika kamu menggunakan satu celana dalam terlalu lama, maka partikel yang tersisa ketika kamu buang air akan rentan masuk ke dalam vagina dan menyebabkan infeksi.



Simak Video "Muncul Infeksi Jamur Kuning di India, Susul Kasus Jamur Hitam-Putih"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)