Jumat, 30 Jul 2021 20:01 WIB

Fakta 'Blue Balls', Nyeri Testis Lantaran Mr P Gagal Ejakulasi

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
tren celupkan testis ke dalam kecap asin dan jus jeruk Foto: Istimewa
Jakarta -

Blue balls diindikasikan dengan munculnya rasa nyeri pada testis dan area pangkal penis serta warna testis yang berubah kebiruan. Fakta dan mitos terkait blue balls banyak berseliweran di internet. Ada yang mengatakan bahwa blue balls berbahaya dan berdampak buruk pada tubuh.

Gigi Engle, seorang seksolog bersertifikat dan penulis All The F*cking Mistakes: a Guide to Sex, Love and Life menjelaskan bahwa blue balls tidak berbahaya. Mitos ini muncul setelah disalahgunakan oleh pria untuk memaksa wanita berhubungan intim.

"Mitos yang menyebutkan blue balls berbahaya atau sangat menyakitkan muncul dari gagasan bahwa pria perlu melepaskan ejakulasi mereka, yang merupakan mitos yang bertujuan untuk menekan wanita agar mau berhubungan seks," jelasnya.

Apa penyebab Blue Balls?

Jamin Brahmbhatt MD, ahli urologi di Orlando Health mengatakan, kondisi ini disebabkan oleh kelebihan darah yang tersisa di testis akibat gelombang ereksi yang tidak diikuti dengan ejakulasi.

Sementara warna kebiruan yang muncul dijelaskan oleh ahli urologi, Richard K. Lee, MD, dari Weill Cornell Medical College karena gairah seksual yang berkepanjangan, tetapi tidak orgasme sehingga menyebabkan sebagian oksigen dalam darah diserap oleh jaringan di alat kelamin dan menimbulkan warna kebiruan. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi ini hanya terjadi akibat ada penyumbatan yang disengaja dan tidak terjadi secara alami.

"Obat disfungsi ereksi atau alat penyekat aliran darah seperti cincin penis bisa menyebabkan hal ini, tapi itu tidak mungkin terjadi secara alami," jelasnya.

Bagaimana cara mengatasi Blue Balls?

Sayangnya belum ada penelitian terkait tindakan medis atau pengbatan apa yang ampuh mengatasi blue balls. Ahli urologi Darius Paduch, MD menjelaskan orgasme dapat meredakan blue balls. Meski belum ada penelitian yang mendukung, tetapi beberapa cara yang banyak disarankan adalah dengan mengkompres air es atau mandi air dingin, menghindari ereksi dan rajin berolahraga untuk mengurangi tekanan.

Brahmbhatt menjelaskan bahwa blue balls umumnya terjadi hanya sebentar dan akan hilang setelah ejakulasi. Namun, jika nyeri testis terjadi dalam waktu yang lama dan tidak mereda bahkan setelah ejakulasi maka perlu memeriksakan diri ke ahli urologi.

"Jika mengalami bola biru untuk waktu yang lama, kemungkinan besar itu bukan blue balls, tetapi kondisi yang jauh lebih serius," kata Brahmbhatt.



Simak Video "Vaginismus Bisa Jadi Pemicu 'Pasangan Gancet'"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)