Selasa, 03 Agu 2021 19:35 WIB

5 Tips Seks Oral yang Menyenangkan dan Aman dari Penyakit

Firdaus Anwar - detikHealth
fantasi seksual Foto: iStock
Jakarta -

Seks oral merupakan salah satu variasi aktivitas seksual yang dilakukan dengan pasangan. Seks oral bisa dilakukan sebagai pemanasan (foreplay) atau stimulasi seksual untuk meraih orgasme saat bercinta.

Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), diperkirakan lebih dari 85 persen orang dewasa yang aktif secara seksual pernah melakukan seks oral.

Namun, perlu diketahui bahwa seks oral juga bisa berisiko menularkan penyakit. Ahli menyebut kondisi mulai dari sifilis, gonore, hingga herpes dapat disebabkan oleh seks oral.

Bagaimana caranya agar seks oral bisa menyenangkan dan aman dari penyakit? Berikut rangkuman detikcom dari berbagai sumber:

1. Pastikan kebersihan mulut dan kelamin

Seks oral melibatkan kontak fisik antara mulut dengan kelamin. Karena itu pasangan harus memastikan kondisi kebersihan organnya benar-benar terjaga dengan baik sebelum melakukan seks oral.

Jangan lakukan seks oral bila organ intim menunjukkan tanda-tanda penyakit, mulai dari mengeluarkan cairan berbau, ada ruam, hingga terasa nyeri.

2. Gunakan kondom

Kondom dapat digunakan sebagai alat pelindung saat melakukan seks oral. Baik pria maupun wanita, tersedia kondom yang khusus dibuat untuk membuat seks oral jadi lebih nyaman.

3. Hindari saat sariawan

Bila di mulut sedang ada sariawan atau bentuk luka lainnya, tidak disarankan melakukan seks oral. Ini karena luka di dalam mulut bisa jadi jalan masuk bagi kuman penyakit untuk menginfeksi.

4. Hindari saat sakit tenggorokan

CDC menyebut orang yang sedang mengalami infeksi pada mulut dan tenggorokannya bisa juga menularkan penyakit ke organ intim saat melakukan seks oral. Benar-benar pastikan mulut dan kelamin dalam kondisi sehat sebelum seks oral.

5. Komunikasi

Para pakar seks mengatakan komunikasi jadi salah satu kunci penting dalam hubungan seksual, termasuk saat seks oral. Lakukan perlahan sambil meminta masukan dari pasangan soal stimulasi apa saja yang ia sukai atau tidak.



Simak Video "Pertimbangan Anak-anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)