Kamis, 12 Agu 2021 20:09 WIB

Waspada! 11 Tanda Kamu Kecanduan Masturbasi

Syifa Aulia - detikHealth
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background Foto: iStock
Jakarta -

Masturbasi adalah aktivitas seksual yang merangsang organ intim. Masturbasi merupakan hal yang normal dilakukan oleh pria dan wanita.

Aktivitas ini baik dilakukan dengan intensitas sedang. Namun, jika dilakukan secara berlebihan atau terlalu sering, menandakan orang tersebut telah kecanduan masturbasi.

Kecanduan masturbasi adalah kondisi dimana individu tidak dapat menahan dorongan psikologis dan fisiologis untuk melakukan masturbasi.

Meskipun menyadari bahayanya, orang yang telah kecanduan akan tetap menuruti hasrat seksualnya. Kondisi ini mirip dengan gangguan adiktif lainnya yang dilakukan terus-menerus.

Melansir Verywell Mind, Jumat (06/08/2021) penyebab seseorang mengalami kecanduan biasanya karena memiliki depresi atau gangguan kecemasan. Sehingga ia melakukan masturbasi untuk mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.

Dikutip dari Choosing Therapy, berikut ini merupakan tanda-tanda yang dimiliki oleh pecandu, seperti:

  • Menghabiskan banyak waktu hanya untuk masturbasi
  • Menghindari kerumunan dan memilih menyendiri. Pecandu biasanya memilih untuk pulang ke rumah daripada harus menghadiri acara.
  • Sering melakukannya di tempat umum karena hasrat seksual yang tidak tertahan.
  • Merasa bersalah dan menyesal setelah melakukannya
  • Sering memikirkan kegiatan masturbasi
  • Bertujuan untuk mengatasi emosi negatif
  • Merasa malu ketika sedang membicarakan masturbasi dengan orang lain
  • Berkurangnya kontrol impuls atau dorongan hati
  • Kepekaan hilang
  • Memiliki stimulasi yang berlebihan
  • Disfungsi seksual atau selalu merasa tidak puas dalam hal seksual

Jika hal itu terjadi, disarankan untuk segera mengambil tindakan penyembuhan dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau terapis.

Orang yang telah menjadi pecandu sebenarnya dapat disembuhkan dengan melakukan terapi, minum obat, dan mengubah gaya hidup.

Tetapi, biasanya sulit untuk dilakukan karena pecandu merasa malu berkonsultasi kepada dokter atau terapis. Faktor lainnya karena pecandu tidak memiliki motivasi untuk sembuh.



Simak Video "Seks Anal dan Risiko Kesehatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)