Sabtu, 21 Agu 2021 19:31 WIB

Bikin Bau Miss V Tak Sedap, Ternyata Ini 5 Penyebabnya

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
ilustrasi vagina Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Setiap wanita memiliki bau vagina yang berbeda-beda. Bau pada area vagina umumnya dipengaruhi oleh keringat, makanan yang dikonsumsi, dan beberapa faktor lain.

Bau pada area vagina pun bisa berubah-berubah, mulai dari yang sangat menyengat, asam, atau bahkan bau tidak sedap. Sebenarnya, wanita tak perlu risau dengan perubahan tersebut. Cukup ketahui saja apa penyebabnya.

Dikutip dari laman Health, berikut 5 hal umum yang jadi penyebab perubahan bau pada vagina secara tiba-tiba.

1. Menstruasi

Menurut dr Jennifer Landa, obgyn dari BodyLogicMD di Orlando, Florida, Amerika Serikat, perubahan bau pada vagina selama wanita mengalami menstruasi merupakan hal yang wajar. Pasalnya, selain darah, ada juga jaringan yang keluar dari uterus. Selain itu, bakteri dari uterus mungkin ikut luruh selama menstruasi.

Pada masa akhir menstruasi di mana darah yang keluar tidak sebanyak di awal, biasanya bau vagina akan semakin tajam. Pasalnya, ketika darah yang keluar dari uterus semakin sedikit, maka ia akan bercampur dengan bau penyebab bakteri, sehingga sering kali tercium bau amis.

2. Berhubungan intim

Bau pada vagina juga bisa terjadi akibat hubungan intim. Hal ini disebabkan oleh campuran keringat dan sekresi vagina yang diproduksi oleh tubuh selama bercinta.

Air mani juga memiliki baunya sendiri. Ketika air mani bercampur dengan bakteri yang ada di vagina, hal tersebut bisa menyebabkan bau tajam yang juga normal.

Biasanya, bau tajam tersebut berupa bau amis menyengat. Namun, apabila bau tersebut diikuti dengan munculnya keputihan, nyeri, dan gatal, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bisa saja hal tersebut menandakan adanya infeksi pada vagina.

3. Makanan yang dikonsumsi

Sama seperti ketika makanan yang dikonsumsi bisa memengaruhi bau napas, makanan juga bisa memengaruhi bau pada area vagina. Salah satu makanan yang menyebabkan bau di area vagina adalah bawang dan daging.

Zat pada sejumlah makanan tersebut bisa memengaruhi sekresi vagina, bau keringat, serta urine. Namun, ketika tubuh sudah selesai memetabolisme makanan tersebut, baunya akan segera hilang.

4. Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual biasanya disebabkan oleh bakteri seperti klamidia dan gonorrhea. Bakteri ini bisa memicu munculnya bau tidak sedap pada vagina.

Tanda lain seseorang mengalami hal ini adalah nyeri saat buang air kecil dan keputihan yang berwarna kekuningan atau kehijauan.

5. Infeksi jamur

Ciri umum seseorang mengalami infeksi jamur di area vagina adalah gatal dan iritasi, serta keputihan yang banyak. Terkadang, infeksi jamur juga menyebabkan bau pada vagina. Apabila muncul tanda-tanda tersebut, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter untuk dilakukan pengobatan.



Simak Video "Bukan Tren, Peremajaan Miss V Itu Kebutuhan!"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)