Senin, 30 Agu 2021 21:43 WIB

Tak Mungkin Wangi Semerbak, Seperti Inikah Bau Miss V yang Normal?

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
ilustrasi vagina Seperti apa bau Miss V yang normal? (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Beberapa bagian tubuh manusia punya bau yang khas, salah satunya vagina. Perlu diketahui, setiap wanita memiliki aroma khas yang berbeda-beda.

Hal yang perlu diingat adalah vagina yang normal tidak beraroma wangi seperti buah-buahan atau bunga. Oleh karenanya, tidak perlu merasa tidak percaya diri karena aroma vagina yang khas.

Menurut Sherry Ross, MD, seorang obgyn sekaligus penulis buku, vagina memang memiliki aroma yang familiar. Tetapi, aromanya bisa berubah-ubah tergantung kondisi vagina tersebut. Penyebab perubahan bau ini beragam, namun salah satunya adalah keputihan.

Pada dasarnya, sulit untuk menentukan bagaimana bau vagina yang sehat. Sebab, setiap wanita memiliki aroma yang berbeda. Namun, biasanya wanita akan langsung menyadari apabila terdapat perubahan aroma pada area kewanitaannya.

"Setiap wanita biasanya akan menyadari perasaan aneh apabila vagina mengeluarkan aroma asing yang berbeda dari biasanya. Vagina memang sensitif terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya," kata dr Ross, dikutip dari Health.

Perubahan aroma pada vagina pun bisa disebabkan oleh berbagai faktor, beberapa di antaranya adalah penggunaan antibiotik, frekuensi bercinta, tingkat hormon karena kehamilan, menyusui, dan juga menopause.

Infeksi pada vagina, termasuk yang disebabkan oleh jamur, bakteri, dan infeksi menular seksual, juga bisa menjadi kemungkinan penyebab aroma vagina yang 'normal' tersebut berubah menjadi aneh dan tidak sedap.

"Faktor-faktor tersebut tidak hanya menyebabkan aroma yang aneh, tetapi juga bisa menimbulkan gejala yang membuat tidak nyaman," kata dr Ross.

Jika perubahan pada aroma vagina sudah mengganggu, seperti beraroma amis yang kuat, kemudian diikuti dengan gejala lainnya, mulai dari gatal, nyeri, kemerahan, dan bengkak, maka perlu diwaspadai.

Pasalnya, hal tersebut bisa menandakan bisa jadi terjadi infeksi vagina dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

Selain itu, makanan tertentu yang dikonsumsi sehari-hari juga bisa menyebabkan vagina mengalami perubahan yang tidak seperti biasanya karena bisa mengganggu tingkat keasamannya.

Selain itu, faktor eksternal seperti kebersihan vagina harus diperhatikan. dr Ross mengingatkan untuk terus menjaga kebersihan area kewanitaan agar terbebas dari pertumbuhan bakteri yang dapat mengganggu kesehatan vagina.



Simak Video "Bukan Tren, Peremajaan Miss V Itu Kebutuhan!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)