Selasa, 07 Sep 2021 19:34 WIB

Siapa Bilang Cuma Terjadi pada Pria? Wanita Juga Bisa Mimpi Basah

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background Ilustrasi orgasme pada wanita. (Foto: iStock)
Jakarta -

Terbangun dalam kondisi pakaian basah atau perasaan gelisah disertai sensasi mencapai klimaks? Itu bisa jadi tanda seseorang mengalami mimpi basah.

Mimpi basah disebut juga dengan sleep orgasm, yakni ketika seseorang yang sedang tertidur mengalami orgasme tanpa menerima rangsangan atau stimulasi seksual apapun pada alat kelamin.

Meski terdengar mustahil, menurut para ahli, sangat mungkin bagi seseorang mengalami orgasme saat tidur.

Dikutip dari Well and good, Selasa (07/09/2021), psikolog klinis, Britney Blair, PsyD, menjelaskan bahwa mimpi basah merupakan hal normal dialami seseorang.

"Sering kali, ketika orang mengalami orgasme tidur, mereka ketakutan atau mungkin tertekan karena mereka tidak mengerti apa yang telah terjadi," jelas dr Blair.

"Kita harus benar-benar bekerja untuk menormalkan hal-hal semacam ini untuk mengurangi stigma dan rasa malu," tambahnya.

Bagaimana mimpi basah bisa terjadi?

Hingga saat ini, penelitian yang membahas terkait fenomena mimpi basah masih terbatas. Mimpi basah umumnya terjadi selama tahap tidur rapid eye movement (REM).
dr Blair menjelaskan bahwa ketika seseorang berada dalam tahap tidur rapid eye movement otot-otot di tubuh akan menjadi atonik atau lumpuh, tetapi otak tetap aktif.

Selanjutnya, selama tahap tidur rapid eye movement terjadi peningkatan aliran darah ke alat kelamin. Hal ini yang menyebabkan seseorang menjadi c atau tubuhnya menjadi lebih sensitif terhadap sesuatu. Otak mengenali kondisi ini yang kemudian bisa menyebabkan gairah seksual dan orgasme.

Mimpi basah tak hanya dialami pria saja, tetapi wanita juga bisa mengalami mimpi basah.

Menurut seksolog Jess O'Reilly, PhD, anggapan yang mengatakan bahwa mimpi basah hanya dialami pria terjadi karena tidak ada bukti berupa cairan yang keluar dari vagina, seperti sperma yang keluar saat pria ejakulasi.

Akibatnya, banyak orang yang tidak mengetahui wanita bisa orgasme, bahkan mungkin wanita sendiri tidak menyadari dirinya mengalami orgasme saat tidur. Bagi wanita, tanda mengalami mimpi basah mungkin saat mengingat mimpi erotis setelah bangun tidur dan perasaan gelisah.

Apa yang menyebabkan mimpi basah?

Sama halnya seperti orgasme pada umumnya, mimpi basah disebabkan oleh gairah seksual. Dengan demikian, masuk akal bahwa mimpi basah paling sering terjadi dengan mimpi erotis.

Gairah seksual meningkatkan aliran darah ke alat kelamin dalam kondisi tubuh yang rileks dan hipersensitif sehingga memungkinkan orgasme terjadi tanpa perlu rangsangan secara langsung pada tubuh.

Namun, mimpi basah sangat mungkin terjadi tanpa disertai mimpi erotis dan mimpi erotis tidak selalu menyebabkan orgasme.

Selain itu, tidur dalam posisi tengkurap bisa membuat mimpi basah lebih mungkin terjadi. Sebab, ada lebih banyak sentuhan antara tempat tidur dengan alat kelamin sehingga bisa memberikan rangsangan pada alat kelamin.

Sebuah studi pada 2012 juga menemukan bahwa tidur tengkurap bisa membuat mimpi seksual yang lebih jelas.

Apakah bisa seseorang mengalami mimpi basah dengan sengaja?

Sayangnya mimpi basah tidak mungkin terjadi dengan sengaja. Seseorang tidak bisa membuat dirinya dengan sengaja mengalami mimpi basah.

Meski begitu, para ahli menjelaskan ada sejumlah strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemungkinan mengalami mimpi basah. Misalnya, tidur dengan posisi tengkurap atau merasa terangsang secara seksual sebelum tertidur juga dapat membantu.

Perlu diketahui bahwa meskipun tidak mungkin memaksakan diri mengalami mimpi basah, seseorang mungkin dapat mengalami mimpi basah, bahkan jika orang tersebut mengalami kesulitan mencapai klimaks saat dalam kondisi sadar.

"Untuk beberapa individu, orgasme tidur sebenarnya lebih mungkin daripada orgasme seks, karena orang tersebut melepaskan hambatan, tekanan dan harapan lain dalam tidurnya," ujar dr O'Reilly.

"Selama tidur REM, tubuh berada dalam kondisi relaksasi yang mendalam, faktor kunci dalam mencapai orgasme," tambah dr Blair.

Meskipun terdengar tidak lumrah, jangan khawatir karena sering mengalami mimpi basah bukanlah tanda adanya masalah kesehatan atau gangguan seksual.



Simak Video "Pentingnya Pendidikan Seksual Sejak Dini untuk Cegah Pelecehan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)